In Memoriam Bachtiar Basri: Lukisan dan (Niat) Pameran Tunggal
lampung@rilis.id
-
Inilah peninggalan sekaligus “warisan” tak ternilai harganya dari alamarhum Bachtiar Basri.
Sejumlah karya lukis Bachtiar Basri telah menghiasi sampul buku puisi saya, juga buku prosa “Burung tak Bersayap” karya Dalem Tehang – nama pena Fajrun Najah Ahmad.
Setiap buku saya terbit dan memakai ilustrasi sampul dari lukisannya, saya akan menemui Bang Bachtiar untuk memberi seekslempar (kadang lebih) buku tanda terima kasih.
Ini sekaligus, dalam hati, Bang Bachtiar Basri adalah kolektor buku-buku puisi saya selama ini.
Tak jarang dalam pertemuan itu, ia membacakan puisi saya, juga mengapresiasi karya-karya puisi di dalam buku tersebut.
Saya pun membalas apresiasi untuk karya-karya senirupa Bachtiar yang ekspresif-impresionis yang absurd.
Maafkan saya kalau apa yang disebut ini salah bin tak sesuai. Tapi, yang pasti, sebagai penikmat saya menyukai karya-karya lukis Bachtiar Basri, kelahiran Tanjungkarang 30 Desember 1953.
Sebagai perupa, Bachtiar Basri kerap memamerkan karya-karyanya, terutama pameran bersama para perupa Lampung lainnya. Baik di Bandar Lampung, Kota Metro, dan Tulang Bawang Barat.
14 April 2025
Ini pertemuan terakhir saya dengan Bachtiar Basri. Selepas Ashar hingga jelang magrib. Masih suasana Idul Fitri dan saya memang sudah sangat rindu.
Bachtiar Basri
mantan Wagub Lampung
Isbedy Stiawan ZS
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
