UMKM dan Kebijakan Strategis

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

6 November 2022 14:09 WIB
Perspektif | Rilis ID
Muhammad Aqiel, Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Ilustrasi foto: Kalbi Rikardo
Rilis ID
Muhammad Aqiel, Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Ilustrasi foto: Kalbi Rikardo

Namun implementasi proses kemitraan antara UMKM dengan usaha besar masih menemui banyak persoalan seperti tidak terpenuhinya persyaratan dalam perjanjian kemitraan, adanya kepemilikan, atau penguasaan oleh usaha besar yang berdampak pada penyalahgunaan posisi tawar.

Pada dimensi proses, kompetensi pelaku dan kapasitas produksi pada sektor UMKM masih terbilang rendah, di mana hal tersebut dipengaruhi kurang maksimalnya tata kelola UMKM baik dari peran pemerintah pusat dan daerah, baik dari aspek perizinan, bantuan modal, maupun ekosistem digital.

Pada dimensi kinerja, produktivitas UMKM yang terbilang tinggi apabila diukur dari konstribusi PDB masih belum sejalan dengan peningkatan kualitas produksi.

Pada tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi trends (kecenderungan) berdasarkan hal-hal faktual yang terumuskan dalam tahap sebelumnya.

Setelah itu, dilakukannya identifikasi drivers (penggerak) dari trends tersebut kemudian dianalisis melalui pengelompokkan STEEPV (Social, Technological, Economics, Envionmentm, Politics, and Values).

Oleh karena itu, penulis akan memaparkan hal tersebut berdasarkan hal-hal apa saja yang menjadi kecenderungan serta mempengaruhi/menggerakkan daya saing UMKM sesuai fakta lapangan di tahap sebelumnya dalam lima aspek.

Pertama, keahlian/tingkat pendidikan pelaku UMKM yang rendah memiliki ‘kecenderungan’ dominasi UMKM terhadap perekonomian nasional.

Hal tersebut sesuai dengan data yang dirilis oleh Kementerian Koperasi dan UKM ada 62.922.617 (99,99 persen) UMKM dan hanya ada 5.460 (0,01 persen) usaha besar di Indonesia.

Jumlah UMKM yang besar itu akan ’berpengaruh’ terhadap rusaknya struktur perekonomian di mana hal ini selaras dengan hasil Penelitian RAND yang berjudul Reforming Policies For Small and Medium-Sized Enterprises In Indonesia.

Penelitian tersebut menyebutkan meskipun UMKM di Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, namun jenis pekerjaan yang dihasilkan biasanya memiliki tingkat upah yang murah dan relatif kurang produktif.

Menampilkan halaman 2 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

UMKM

Covid-19

KPPU

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya