Temiangan Hill: Bak Negeri di Atas Awan
lampung@rilis.id
RILISID, — Pengalaman di beberapa negara memperlihatkan bahwa industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat strategis untuk menggerakkan perekonomian wilayah. Industri ini memiliki keterkaitan yang sangat luas dengan bidang-bidang lain (termasuk seni-budaya,ekonomi kreatif, pertanian, lingkungan, ketenagakerjaan, dll.).
Kita patut bersyukur bahwa Lampung dianugerahi sumberdaya alam yang kaya dengan potensi pengembangan industri pariwisata, bahkan beberapa sudah menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Sejak meledaknya wabah pandemi Covid-19 di medio Maret 2020 praktis industri pariwisata di Lampung mengalami kontraksi yang sangat berat. Dampak tekanan tersebut dirasakan oleh semua entitas industri pariwisata (hotel, resto, cafe, leisure, travel, destinasi wisata, dll.).
Akibatnya cukup banyak bisnis pariwisata yang sampai mengurangi jumlah tenaga kerja, ada yang menghentikan sementara kegiatan bisnisnya, bahkan ada yang sampai menutup bisnisnya.
Pengalaman di beberapa negara menunjukkan bahwa industri pariwisata ternyata termasuk salah satu industri yang cepat pulih segera setelah suatu masa krisis berakhir.
Minggu, 19 Juli 2020, secara kebetulan penulis mengikuti tim kecil menyaksikan kenyataan tersebut di lapang. Pada era new normal tim kecil kami mengunjungi salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun, yaitu "Temiangan Hill” di Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedungsurian, Lampung Barat (Gambar). Ternyata industri pariwisata di Temiangan Hill praktis bisa dikatakan sudah bangkit kembali.
Temiangan Hill, Pekon Trimulyo, Lambar (Foto: Irmayani Noer, 2020)
Temiangan Hill memang mempesona bahkan pengelola dan pengunjungnya tidak lagi ragu menyebut Temiangan Hill bak ”negeri” di atas awan. Dari puncak Temiangan Hill ke arah bawah pengunjung bisa menyaksikan hamparan gumpalan awan yang seolah kompak memayungi daerah-daerah di bawahnya.
Jika direnungkan fenomena permadani putihkeabu-abuanini memunculkan kekaguman kita kepada Sang Pencipta. (Untuk sensasi selebihnya tentu pembaca harus datang langsung ke Temiangan Hill).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
