Suburkan Filantrofi di Masa Pandemi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Sementara itu, menurut hasil penelitian Mansur Efendi dalam Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021, dipaparkan kecenderungan donatur memberikan donasinya melihat dua hal yakni urgensi program yang ditawarkan dan narasi yang disampaikan kepada publik.
Semakin menarik perhatian publik dan kian spesifik target sosial akan meningkatkan keterlibatan para dermawan untuk berdonasi.
Hal ini tentu perlu menjadi salah satu perhatian komunitas-komunitas sosial dalam menyusun program filantrofinya.
Harapannya, dengan semakin unik program disertai target sosial yang terukur, kontinuitas gerakan akan terjaga dengan baik dan tentunya menginspirasi komunitas lain untuk bergerak membantu sesama, melewati pandemi saat ini.
Terakhir, untuk menjaga napas panjang perjuangan, maka kedekatan ruhiyah dengan pemilik semesta perlu dijaga.
Karena kepedulian pada sesama, itu membutuhkan energi yang banyak. Dan kekuatan terbesar untuk menggerakkan jiwa kita, sahabat-sahabat kita ataupun orang-orang di sekitar kita, datangnya dari hidayah Tuhan yang esa.
Karenanya, menjaga hubungan batin kita dengan Tuhan menjadi aspek penting yang harus dijaga.
Menyuburkan filantrofi saat pandemi menjadi tanggung jawab kita semua. Setiap diri dapat mengambil peran sebagai donatur atau penggerak komunitas sosial. Karena tanpa kebersamaan, maka nestapa yang dialami duafa, akan sulit terselesaikan.
Pandemi ini mengajak kita untuk meningkatkan kepedulian. Agar bumi Lampung semakin subur dengan kebaikan-kebaikan.
Mari dimulai dari hal yang paling sederhana dan hal-hal yang dekat di lingkungan kita. Jika kesulitan maka bergabunglah bersama komunitas sosial yang menjamur saat ini. Ayo bergerak, jangan ragu! (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
