Sosok ASN Metro yang Menggeluti Budidaya Bebek dengan Omset Puluhan Juta Rupiah
Achmad Eka Saputra
Metro
RILISID, Metro — Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Metro memilih menggeluti ternak bebek peking sebagai usaha sampingannya. Lantaran dianggap menguntungkan karena tidak memerlukan lahan yang besar dan memiliki sedikit resiko.
Demikian diungkapkan, Muhammad Asroni (45), saat ditemui di kandang ternak bebeknya, di Desa Gondang Rejo, RT.14 RW/IV, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, Minggu (24/09/2022).
Menurutnya, ternak bebek peking ini sangat menjanjikan, dimana bebek merupakan unggas yang tahan dengan penyakit tidak seperti jenis unggas lainnya.
"Kalau bebek ini lebih tahan, ketimbang puyuh dan ayam," singkatnya.
Selain itu, budidaya bebek juga cukup mudah, sehingga tidak memerlukan keterampilan khusus, cukup bermodal tekun dan teliti saat merawatnya.
Tak hanya itu, budidaya bebek juga dinilai strategis, dimana masih banyak rumah makan yang membutuhkan stok bebek potong. Sedang peternaknya terbilang masih sedikit.
"Jadi, kami saja masih sering kekurangan stok untuk pengiriman ke beberapa rumah makan itu, karena sekarang kan hampir setiap rumah makan menyediakan menu bebek," ujar pria beranak satu itu.
Muhammad Asroni yang merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro tersebut mengaku saat ini bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp5 juta/masa panen dengan perkiraan kurang lebih Rp30 juta/tahun.
lebih jauh, ia mengatakan telah menggeluti budidaya bebek peking sejak empat tahun silam. Dengan bermodalkan 36 ekor bebek betina dan tujuh bebek jantan serta alat penetas telur dengan kapasitas 150 butir.
“Alhamdulillah sampai saat ini sudah mempunyai 250 ekor betina, puluhan ekor jantan serta box penetas dengan kapasitas 400 sampai 500 butir telur,” kata dia sambil menunjukkan kandang dan penetas telur bebek miliknya.
Peluang usaha
bebek peking
peternakan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
