Pendidikan untuk Penguatan Gerakan Keluarga Maslahat
Fi fita
-
Ketiga, pergaulannya baik. Maksudnya, pergaulan anggota keluarga itu terarah, mengenal lingkungan yang baik, dan bertetangga dengan baik tanpa mengorbankan prinsip dan pendirian hidupnya.
Keempat, berkecukupan rezeki (sandang, pangan, dan papan). Artinya, tidak harus kaya atau berlimpah harta, yang penting dapat membiayai hidup dan kehidupan keluarganya, dari kebutuhan sandang, pangan dan papan, biaya pendidikan, dan ibadahnya.
Satgas Maslahat
Keluarga Maslahah merupakan konsep berkeluarga yang dikaitkan langsung dengan cita-cita Islam untuk menjadi rahmat bagi individu, keluarga, masyarakat, negara, hingga alam semesta.
Keluarga juga menjadi madrasah bagi suami dan istri, maupun orang tua dan anak untuk terus berproses bersama. Sebagaimana para ahli dan pakar pendidikan Islam menyebutnya “al-bait madrasah al-uula” (Rumah atau keluarga adalah institusi pendidikan yang pertama dan paling utama sekali.
Selain itu, keluarga maslahah juga harus memberikan kebaikan tidak hanya kepada keluarganya, tetapi untuk lingkungan sekitarnya dan bertanggung jawab membangun kemaslahatan lingkungannya.
Maka dari itu, gagasan keluarga maslahat ini perlu kita dukung dan diimplementasikan dengan baik. Dengan begitu, maka setiap keluarga akan bertanggung jawab membangun kemaslahatan diri dan lingkungannya. Bisa dibayangkan apabila konsep keluarga maslahah itu diangkat, maka setiap keluarga bertanggung jawab membangun diri dan lingkungannya dan bisa menjadikan sebuah lingkungan yang maslahah bahkan negara yang maslahah.
Oleh sebab itu, konsep keluarga maslahah perlu diupayakan dengan memberikan pendidikan bagi orang tua, karena jika orang tuanya soleh-solehah, anak-anaknya pun akan tumbuh menjadi anak yang soleh-solehah. Terlebih, di era teknologi yang semakin maju orang tua harus berperan penting untuk mendidik dan menyaring informasi apa saja yang dapat diterima oleh anak.
Program keluarga maslahat ini dikomandoi oleh satuan tugas atau satgas. Dalam acara halal bihalal PBNU yang dihadiri Presiden Joko Widodo serta Presiden-Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan telah membentuk satgas dengan tujuan utama untuk kemaslahatan umat yang diberi nama “Gerakan Keluarga Maslahat NU”.
Tokoh yang ditunjuk sebagai Kepala Satgas Maslahat tidak lain dan tidak bukan adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Uin ril
universitas islam negeri lampung
hari pendidikan nasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
