Pendidikan untuk Penguatan Gerakan Keluarga Maslahat
Fi fita
-
RILISID, - — INDONESIA selalu memperingati 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hari di mana bukan sekedar mengenang jasa pahlawan pendidikan di masa lalu melainkan juga meneguhkan nilai-nilai perjuangan dan tekad dalam upaya menghilangkan kebodohan.
Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2024 ini sejatinya dapat menjadi momentum besar bagi setiap masyarakat untuk memaknai kembali tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan bangsa yang cerdas maka akan membawa kesejahteraan umum bagi semua anak bangsa. Bahkan lebih dari itu, pendidikan menjadi senjata ampuh untuk mengubah dunia (education is the most powerful weapon which you can use to change the world).
Pemerintah memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak- anak Indonesia. Pemerintah berperan dalam otonomisasi pendidikan yang mencakup aspek mutu dan pemerataan.
Pemerintah menetapkan standar mutu pendidikan dan berupaya agar keragaman prestasi pelajar maupun mahasiswa tidak berbeda jauh pada setiap lembaga pendidikan. Baik negeri maupun swasta serta yang berada di bawah Kementerian/ Lembaga, tidak terkecuali Kementerian Agama.
Pemerintah menjamin pemerataan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Peran ini dilakukan melalui perumusan tanggung jawab pendidikan, kebijakan umum, pelayanan teknis, dan monitoring program secara reguler.
Gerakan Keluarga Maslahat
Dalam konsep kolaborasi, membangun pendidikan yang berkualitas tidak cukup dengan mengandalkan peran pemerintah saja melainkan perlu peran serta keluarga dan organisasi kemasyarakatan untuk berkolaborasi.
Salah satu gagasan membangun pendidikan di Indonesia adalah gagasan Keluarga Maslahat. Konsep ini hadir di tengah isu peningkatan angka partisipasi kasar, kemudian stunting, gizi, akses kesehatan, pendidikan, tenaga kerja anak dan masalah lainnya. Sehingga, keluarga maslahat ini akan ikut berkontribusi kepada Negara dan keluarga-keluarga di Indonesia dalam menyelesaikan problem-problem tersebut.
Keluarga maslahat adalah sebuah konsep untuk menyebut keluarga yang bahagia, sejahtera, dan taat kepada ajaran agama. Secara khusus, konsep keluarga maslahat ini dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama.
Uin ril
universitas islam negeri lampung
hari pendidikan nasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
