Kreasi Kampung Agroeduwisata Coklat Pesawaran: From Farm to Delicious & Healthy Cakes

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

7 Mei 2022 10:47 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Dr. Irmayani Noer, S.P., M.Si. Prodi Magister Terapan Ketahanan Pangan, Pascasarjana Polinela.
Rilis ID
Oleh: Dr. Irmayani Noer, S.P., M.Si. Prodi Magister Terapan Ketahanan Pangan, Pascasarjana Polinela.

RILISID, Bandarlampung — Pasca pandemi Covid-19 bisnis pariwisata di Provinsi Lampung mulai pulih. Sektor Pariwisata ternyata bangkit lebih awal dan sektor ini tampaknya mampu menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi daerah. Pada RPJMD Prov. Lampung dan RPJMD Kab. Pesawaran, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) termasuk program unggulan. Pengembangan bisnis pariwisata dan ekraf ke depan hendaknya lebih diarahkan berbasis masyarakat, berkelanjutan, dan bermuatan edukasi.  

Kemunculan destinasi wisata baru di Lampung selain bertema keindahan alam, juga mulai berkembang destinasi wisata baru yang bertema pertanian (agrowisata). Sebagai contoh agrowisata bertema kopi, bertema jeruk, bertema agribisnis nanas, dll. Walaupun sebagian mulai sukses menarik minat pengunjung, tetapi pada destinasi wisata bertema pertanian masih ditemui permasalahan, yang perlu dibenahi dengan pendekatan berbasis hasil kajian akademik. 

Pada Jumat 22 April 2022 Politeknik Negeri Lampung mengadakan acara pertemuan dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah Kab. Pesawaran di Polinela. Pertemuan yang dihadiri Kepala Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Koordinator Penyuluh Pertanian sepakat untuk menggagas kerjasama untuk “Mengembangkan Kampung Wisata Cokelat”. Program ini adalah tindak lanjut MoU antara Polinela, Pemkab Pesawaran, dan Perhiptani.

Kakao (Theobroma cacao) adalah komoditas unggulan Kab. Pesawaran. Tahun 2022, Pemkab Pesawaran mempercepat pembangunan agribisnis kakao dengan menyalurkan 200.000 bibit unggul. Pemerintah Kab Pesawaran juga terus mendorong pengembangan BUMD industri hilir produk cokelat (PT Aneka Usaha Laba Jaya Utama). Jika dibangun secara terintegrasi berbasis hasil kajian ilmiah, corporate farming agribisnis kakao akan mampu berkontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah dan pendapatan masyarakat. Kampung agroeduwisata cokelat kelak bisa menyajikan produk olahan pangan yang lezat dan menyehatkan (from farm to delicious and healthy cakes).

Dari hasil pengamatan dan diskusi dengan Bappeda Kab Pesawaran dirumuskan beberapa penguatan yang perlu dilakukan, yaitu: peningkatan kualitas SDM yang kompeten (aspek budidaya dan pengolahan hasil serta pengelolaan bisnis pariwisata dan ekraf); aspek organisasi dan kelembagaan bisnis agroeduwisata; dan aspek branding, pemasaran, dan kerjasama. Penguatan tersebut diperlukan agar destinasi wisata baru mampu memenuhi 3 harapan dasar pengunjung, yaitu: sesuatu yang unik & indah untuk dilihat (something to see); sesuatu yang menarik untuk ikut serta melakukannya (something to do); dan sesuatu yang menarik untuk dibeli sebagai oleh-oleh (something to buy). 

Polinela memiliki 6 program studi yang dapat berkontribusi pada program pengembangan kampung wisata cokelat, yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Tanaman Perkebunan, Prodi Teknologi Pangan, Prodi Perjalanan Wisata, Prodi Pengelolaan Perhotelan, dan Prodi Magister Terapan (S2) Ketahanan Pangan. Rangkaian kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penguatan kampung agroeduwisata hendaknya dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan rekayasa kelembagaan corporate farming. Pendekatan ini pernah diterapkan dan berhasil menginisiasi pengembangan kampung wisata kopi (Rigis Jaya) di Kec. Air Hitam, Kab. Lampung Barat.

Kampung Cokelat di Blitar (Foto: Phinemo.com).

Rekayasa kelembagaan kampung agroeduwisata ini memiliki keunikan dari aspek integrasi dan sinergi semua sumberdaya pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif membentuk orchestra dalam bingkai corporate farming agroeduwisata cokelat yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat, terutama generasi milenial. Diyakini kegiatan ini dapat mewujudkan secara nyata konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lapang, serta diharapkan kelak dapat menginspirasi pengembangan bisnis pariwisata berbasis komoditas pertanian di daerah lain. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Irmayani Noer

Prodi Magister Terapan Ketahanan Pangan

Pascasarjana Polinela

Perspektif

opini

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya