Jejak Sujud sang Kiai dan Kehati-hatian
lampung@rilis.id
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — WAJAHNYA menguar aura yang menyejukkan. Tampil bersahaja dengan sarung bermotif batik dan koko putih polos. Terlihat kontras dibanding empat lelaki perlente yang menemaninya bersilaturahmi di kediaman saya sore itu.
Setelah bercerita ihwal perjalanannya hingga ditakdirkan mengabdi sebagai pengasuh di sebuah pondok, entah bagaimana mulanya obrolan mengalir ke soal aneka lelaku para salik dan cerita seputar wali mastur.
Sebagai orang awam, saya mendengarkan layaknya bocah yang takjub pada dongeng menjelang tidur. Sesekali mencoba menimpali dengan cerita sejenis bermaksud mengimbangi dan menyamakan frekuensi obrolan agar semakin sahdu.
Beruntung saya sempat mengikuti kisah seorang Nyai, pengamal Dalailul Khairat yang diabadikan melalui postingan Facebook. Tulisan yang diunggah beberapa kali oleh kekasih sejatinya, Lora dari tanah Madura tepat setelah sang Nyai kembali ke rafiq al-’ala. Tulisan yang mengharu biru dan membuka perspektif baru bagi saya tentang keutamaan amalan yang istikamah.
Tak dinyana, belakangan saya tahu ternyata tamu istimewa saya ini juga pengamal Dalailul Khairat. Bisa dibayangkan bagaimana keasikan obrolan kami setelah menemukan “klik” tersebut.
Saat hendak menunaikan salat asar, tanpa ragu saya tawarkan untuk salat di kediaman saya seakan tak ingin melepaskan kesempatan yang belum tentu datang dua kali. Kedatangannya saja bak kejatuhan rejeki besar, apalagi jika berkenan meninggalkan jejak sujudnya, begitu pikir saya.
Sambil mengantarkannya ke kamar mandi tamu saya mempersilahkan, ”Monggo Pak Kiai kalo mau berwudu”.
”Ada tempat wudu lain?”
Seperti terkena setrum tegangan tinggi, saya segera tersadar dan secara refleks mengantarkannya ke kran belakang yang tidak menyatu dengan toilet. Tak berapa lama selepas menunaikan salat berjemaah di ruang keluarga, ia bersama rombongan pamit.
Setelah melepas kepergian mereka, saya duduk termangu di pojok belakang tak jauh dari kran tempat mereka berwudu. Saya tiba-tiba tersadar persis seperti orang yang siuman dari pingsan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
