Ironi Demokrasi di Pulau Gula
lampung@rilis.id
RILISID, — PUTUSAN perkara DKPP nomor 329-PKE-DKPP/XII/2019 tentang pemberhentian tetap Esti Nur Fathonah sebagai komisioner KPU Provinsi Lampung menambah daftar carut-marutnya etalase demokrasi di Sai Bumi Rua Jurai.
Esti dinyatakan bersalah dan terbukti melanggar Pasal 22 ayat (1) Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 juncto Pasal 37 ayat (4) Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2019.
Sanksi etik yang dipicu dugaan jual-beli kursi komisioner, yang dipatok Rp100 juta tersebut memberikan gambaran jelas tentang potret buram demokrasi di Tanah Lado.
Dugaan suap dalam pengisian kursi komisioner KPU kabupaten/kota pada 2019 lalu itu jelas menampar keras kelembagaan KPU secara khusus dan penyelenggara pemilu secara umum. Yang notabene berwenang menetapkan pemenang dalam kontestasi pemilihan umum serta pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 mendatang.
Esti dikabarkan akan siap buka-bukaan bahkan memakai analogi 'Tai' dalam kasus jual beli kursi komisioner. Dia menyatakan dirinya dijebak dan hanya menggenggam sedikit tai. Namun ada oknum yang sudah berlumuran tai dalam bisnis kotor industri penyelenggara yang harus segera diproses supaya adil.
Kasus Esti merupakan gerbang awal untuk membenahi unsur penyelenggara di Provinsi Lampung mengingat delapan kabupaten/kota di Lampung akan menggelar pemilihan kepala daerah pada September 2020 mendatang.
Peristiwa Esti tersebut mengingatkan pada kisah perempuan pertama dalam mitologi Yunani yang diberikan guci indah oleh para dewa hadiah pernikahan Pandora dengan Epimetheus. Dengan syarat, guci indah tersebut tidak boleh dibuka oleh Pandora.
Dengan rasa penasaran akhirnya Pandora memberanikan diri membuka guci tersebut, ternyata di dalamnya terdapat beragam penyakit, kejahatan, kebencian, kelaparan, sampai pembalasan dendam.
Kotak Pandora itu kini ada di tangan Esti, dia disorot telah melakukan kejahatan, dia yang menerima kebencian, konsekuensi kelaparan, sampai pada akhirnya apakah ia mengambil langkah ‘membalas dendam’?
Kotak Pandora yang terbuka tersebut mengeluarkan bentuk makhluk yang seram, sehingga Pandora ketakutan dan segera menutup kotak tersebut. Namun ternyata semua kejahatan tersebut sudah menjangkiti bumi dan satu hal yang tertinggal yakni harapan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
