Heboh Bank Lampung

Wirahadikusumah

Wirahadikusumah

21 Januari 2020 13:22 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah
Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah

Saya membaca singkat angka-angka itu. Lalu meminta izin untuk memfotonya. Beruntung Nurdin mempersilakan. Padahal awalnya saya khawatir tidak diizinkan. Karena itu kan termasuk jeroan perusahaan.

Sebab, laba berbanding lurus dengan kinerja. Jadi, data yang saya foto itu adalah indikator kinerja Bank Lampung. Jika labanya menurun, berarti kinerjanya menurun. Begitupun sebaliknya.

Tapi dalam tulisan ini, saya akan beberkan laba sejak 2016 hingga 2019 saja. Kepanjangan jika saya tulis sejak 2013. Jika Anda ingin datanya, silakan hubungi saya saja. Pasti akan saya berikan.

Pada 2016, laba Bank Lampung tercatat Rp146.594.765.150. Lalu 2017 menurun menjadi Rp129.491. 620.783. Kemudian pada 2018 meningkat Rp133.727.770.209. Dan pada 2019 kembali meningkat Rp166.645.233.467,83.

”Nah, dari data itu, dari mana bisa disebut Bank Lampung bangkrut? Perusahaan ini tumbuh. Kami tahun 2019 untung lebih dari Rp166 miliar,” tegasnya.

Saya lantas memancing ”emosi” Nurdin dengan pernyataan lainnya. Tujuannya agar ia lebih banyak memberikan data terkait angka-angka Bank Lampung.

Saya katakan kepadanya, saya belum bisa percaya dengan angka-angka terkait laba itu.

Saya ceritakan, saya pernah membaca artikel guru saya Abah Dahlan Iskan. Yang membahas tentang laporan keuangan maskapai Garuda Indonesia. Yang katanya untung, tapi ternyata defisit.

Dalam tulisan itu juga dibahas tentang seseorang yang ahli keuangan dan sikap keuangan. Jangan-jangan angka mengenai laba Bank Lampung itu hanya rekayasa saja.

”Jadi, apa yang bisa membuat saya percaya dengan angka laba itu?” tanya saya kepada Nurdin.  

Menampilkan halaman 4 dari 7

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya