Heboh Bank Lampung
Wirahadikusumah
Awalnya Nurdin menjelaskan mengenai klasifikasi bank. Apa yang dimaksud dengan bank buku 1, buku 2, buku 3 dan buku 4.
Buku 1 adalah bank yang modalnya di bawah Rp1 triliun. Buku 2 di atas Rp1 triliun hingga Rp5 triliun. Buku 3 di atas Rp5 triliun sampai Rp30 triliun. Buku 4 di atas Rp30 triliun.
Saat ini, Bank Lampung masih di buku 1. Bank ini menargetkan masuk dalam buku 2 pada tahun ini.
Jika tergolong buku 1, bank hanya boleh membuka cabang di provinsi tempatnya berdiri. Buku 2 di tingkat regional. Buku 3 di tingkat nasional. Buku 4 di tingkat internasional.
”Karena Bank Lampung masih buku 1, maka baru boleh buka cabang di provinsi ini saja. Itulah makanya kami menargetkan masuk buku 2 di tahun ini,” jelasnya.
Lalu berapa modal yang dimiliki Bank Lampung saat ini?
Nurdin membeberkan, modal Bank Lampung di tahun 2019 tercatat masih Rp724 miliar. Sehingga masih kurang modal untuk naik kasta di buku 2.
”Ingat ya! Kurang modal untuk buku 2. Saya khawatir, orang awam mengartikannya Bank Lampung kurang modal karena mau bangkrut. Padahal kan bukan itu maksudnya,” tegasnya.
Saya lantas menanyakan terkait keuntungan atau laba Bank Lampung. Tidak hanya di tahun 2019, tapi beberapa tahun ke belakang.
Ditanya soal itu, Nurdin lantas ke luar ruangan. Menuju meja kerjanya. Dia mengambil secarik kertas. Yang lalu diberikan kepada saya. Di kertas itu, tercatat laba atau keuntungan Bank Lampung. Sejak 2013 hingga 2019.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
