Heboh Bank Lampung
Wirahadikusumah
Kepadanya saya meminta izin. Untuk mengkonfirmasi kabar miring tentang Bank Lampung. Saya katakan kepadanya. Saya sendiri yang akan datang. Tentu saya juga yang akan menulisnya sendiri.
Senior saya itu akhirnya mengabulkan. Atas bantuannya, akhirnya saya bisa wawancara langsung dengan Direktur Bisnis Bank Lampung Nurdin Hasboena. Di ruang kerjanya. Di lantai 3.
”Kabar yang menyebutkan Bank Lampung bangkrut itu sama saja dengan informasi direksi bank lampung kawin massal. Jadi, berita itu bohong!” ujarnya membuka percakapan.
Nurdin mengatakan, Bank Lampung saat ini dalam performa terbaiknya. Sejak berdiri. Bahkan banyak mendapatkan penghargaan.
Kali terakhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Senin (13/1/2020). Yang menyatakan Bank Lampung adalah bank terbaik di kelompoknya. Di bank buku 1. Secara nasional.
”Jadi, kabar itu tendensius sekali. Kalau bank ini bangkrut, OJK pasti sudah lebih dulu mengeluarkan pengumumannya. Masih indikasi saja, OJK pasti sudah bereaksi,” tegas Nurdin.
Tentu saya tak lantas begitu saja percaya mendengar penjelasan Nurdin. Berbekal ilmu teknik wawancara yang saya kuasai, saya ”menggiringnya”. Agar menjelaskan lebih jauh mengenai kondisi Bank Lampung.
Sebelum bertemunya, saya memang sudah menyusun strateginya sejak pagi. Untuk mengetahui jeroan Bank Lampung. Terutama soal angka-angka yang ada di bank tersebut.
Termasuk cara menghitung besaran pemberian bonus kinerja tahunan atau tantiem terhadap jajaran komisaris, direksi, dan karyawan.
Alhamdulillah, strategi saya berhasil. Bahkan saya diajaknya ke ruang rapat. Yang bersebelahan dengan ruang kerjanya. Dengan menuliskannya di papan tulis, ia menjelaskan angka-angka yang saya inginkan. Untuk bahan tulisan saya ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
