Disiplin adalah Kunci
Juan Situmeang
Mesuji
Dengan semua target pencapaian di atas, sebagai standar ideal sebagai pelayan publik tentu menjadi harapan baru bagi Mesuji. Karena kali ini yang disentuh pertama adalah Sumber Daya Manusia-nya, mengoptimalkan kemampuan SDM dalam bekerja dan berintegritas tinggi.
Saat ini situasinya di Mesuji dapat digambarkan seperti seorang manajer sepak bola mengatur strategi meracik pemain untuk bertanding dengan peforma pemain pas-pasan. Sedangkan bursa transfer sudah tutup. Padahal pertandingan masuk putaran babak final.
Melihat kondisi Mesuji saat ini, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 hanya Rp881 miliar. Sementara, tantangan yang dihadapi tidak main-main. Di antaranya Covid-19 yang belum selesai, infrastruktur yang mendapat skor nilai 24 dari 100, termasuk abrasi di Rawajitu Utara yang harus segera diatasi. Karena jika tidak segera ditangani menjadi ancaman penyebab banjir rob dan terisolasinya daerah itu karena putusnya akses jalan utama di wilayah tersebut.
Ditambah lagi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mesuji yang terendah se-Provinsi Lampung dengan angka 64,04 --lima angka di bawah IPM Provinsi Lampung 69,9, yang mau tidak mau menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan.
Karena IPM bukan hanya bicara angka putus sekolah, tapi dari beberapa indikator penting lainnya. Mulai dari Umur Harapan Hidup (UHH) yang menggambarkan derajat kesehatan masyarakat, rerata lama sekolah, dan pendapatan per kapita yang menggambarkan kemampuan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi keseluruhan, yang dibayangi inflasi tinggi dampak pandemi. Termasuk warning dari Badan Narkotika Nasional yang menyebut Mesuji menjadi daerah zona merah atau darurat narkoba.
Dengan semua kondisi ini sudah tepat jika SDM di Mesuji harus on fire dengan cara disiplin. Karena disiplin adalah kunci. Kunci menghadapi tantangan Mesuji ke depan. Selaras dengan optimisme yang disampaikan orang nomor satu di Mesuji ini bahwa, “Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Dan hari esok harus lebih baik dari hari ini." (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
