Dampak Covid-19 pada PTS
lampung@rilis.id
RILISID, — ADA rencana Kemendikbud Nadiem akan memperpanjang belajar di rumah hingga akhir tahun 2020, hal ini dikarenakan wabah pandemi Covid-19 belum terlihat tanda-tanda penurunan penyebaran yang signifikan.
Walapun secara aturan hukum tidak diperbolehkan belajar dengan sistem daring (online) tanpa izin pemerintah, tapi Nadiem membolehkan dan malah memerintahkannya. Karena ini adalah alternatif yang paling rasional, walapun melanggar hukum.
Sama halnya dalam krisis keuangan di Indonesia Gojek dan sejenisnya itu melanggar perundangan sistem lalu lintas di Indonesia. Bahwa mobil membawa penumpang harus plat kuning, tetapi Gojek, Grap dll., tetap jalan, karena justru membantu masyarakat yang kesulitan ekonomi. Dan pemerintah dalam hal ini polisi tidak berani menangkap dan memperkarakan Nadiem bersama Gojek-nya.
Jika memang bertujuan membantu sivitas akademika seluruh pendidikan di Indonesia, mestinya Menteri Nadiem meminta pada Presiden untuk memberikan banyak beasiswa pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS), karena SD, SMP dan SMA sudah ada BOS dan ditanggung oleh pemerintah daerah dan pusat.
Dan demi terciptanya kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi (PT), maka kita harus tahu peta jalan (road map) PT di Indonesia.
Diperkirakan, PT di Indonesia yang memiliki mahasiswa di atas 10.000 orang tidak lebih dari 300 PT atau di bawah 5 persen total PTS yang jumlahnya lebih dari 4.520 PTS.
Lima persen PTS yang memiliki mahasiswa di bawah 10.000 dan di atas 5000 mahasiswa; 10 persen jumlah PTS yang jumlah mahasiswanya di bawah 5000 dan di atas 1000 mahasiswa; dan, sisanya 70 persen lebih mahasiswanya di bawah 1000 (seribu).
PTS yang mahasiswanya di bawah 1000 (70 persen dari jumlah PTS) adalah yang paling terasa terkena dampak. Karena biaya kuliahnya antara Rp1,2 juta sampai Rp3,5 juta per semester, dan rata-rata mereka tidak memiliki saving.
Ada pula mahasiswa yang di atas 5000 ribu pun kena dampak, tapi tidak sesulit PTS yang di bawah 1000 mahasiswa. Ada pula PTS yang kecil mahasiswa di bawah 1000 dan sehat, tapi ini bisa dihitung dengan jari.
Dalam pandemi Covid-19 yang paling terkena dampak adalah PTS yang memiliki mahasiswa di bawah 1000 yang berjumlah 80 persen dari total PTS (sekitar 3.164 PTS).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
