Catatan di Hari Kunjung Perpustakaan

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Waykanan

13 September 2021 10:42 WIB
Perspektif | Rilis ID
Eko Prasetyo, Pegiat Literasi Waykanan
Rilis ID
Eko Prasetyo, Pegiat Literasi Waykanan

Suherman, seorang peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan bahwa jenis musik klasik dengan ketukan tertentu yang selaras dengan detak jantung manusia memiliki efek yang dapat memperkaya pikiran dan menambah kecerdasan.

Dalam penelitiannya, hal itu disebabkan karena musik merupakan salah satu makanan penting dari otak kanan. Selama ini proses membaca hanya memfungsikan otak kiri yang bersifat linier, logis dan matematis. Adanya musik yang respons otak kanan maka terjadi keseimbangan kerja otak. Penggunaan otak yang tidak seimbang akan menimbulkan kelelahan dan kejenuhan.

Pada dasarnya banyak metode yang bisa dikreasikan agar perpustakaan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengakses informasi dan pengetahuan.

Perpustakaan juga dapat bertransformasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk mencari prolem solving dalam kehidupan kemasyarakatan. Perpustakaan bukan lagi menjadi barang ekslusif milik kalangan tertentu saja, tapi juga milik siapapun yang ingin belajar apapun.

Program perpustakaan berbasis inklusi sosial juga sudah tidak asing lagi, yakni program pelibatan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan perpustakaan yang menyasar berbagi lini sektor. Mulai dari pendidikan, pertanian, kesehatan, pariwisata, sosial dan budaya bisa dilakukan lewat perpustakaan.

Intervesi pemerintah melalui Perpusnas RI dalam hal ini telah membuat program perpustakaan berbasis inklusi sosial yang diberikan kepada perpustakaan desa di seluruh Indonesia pada empat tahun terakhir.

Dikutip dari laman www.perpusnas.go.id, tahun 2021 Perpusnas memberikan bantuan program transformasi perpustakaan kepada 450 desa berupa hibah buku 1000 eks dan komputer 3 unit. Jumlah itu tentu masih jauh dari kata ideal apabila dibandingkan dengan jumlah desa yang ada di Indonesia ini. Saya kira program tersebut juga akan sia-sia saja jika tidak diiringi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola perpustakaannya.

Konsep dasar literasi yang mencangkup enam dimensi literasi antara lain literasi baca-tulis, literasi sains, literasi numerasi, literasi finansial, literasi digital dan literasi budaya kewargaan juga bagian yang terintegrasi di dalam perpustakaan.

Literasi memiliki arti sebagai kemampuan seseorang untuk membaca, memahami dan menganalisa dalam rangka pemecahan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini bisa kita dapati dalam panduan Gerakan Literasi Nasional yang diinisasi oleh Kemendikbud.

Literasi juga dipakai oleh Kemkominfo melalui program webinar siberkreasi yang diselenggarakan maraton di berbagai daerah dengan melibatkan partisipasi tokoh lokal dan nasional dengan tujuan sosialisasi praktik baik literasi digital.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya