Bijak Mengonsumsi Makanan saat Lebaran
lampung@rilis.id
Saya pikir kebanyakan dari kita tidak melakukan itu. Apalagi saat ini kita lebaran hanya di rumah saja tidak ada aktivitas yang berarti. Mungkin aktivitas kita hanya duduk, makan, ngobrol, tidur yang tidak memerlukan banyak energi.
Jadi bagaimana sebaiknya makanan yang dikonsumsi dan apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkan kalori yang berlebih yang telah masuk ke dalam tubuh agar tetap sehat dan bugar di saat lebaran di tengah pandemi Covid-19 ini?
Hal pertama adalah segeralah berpikir untuk membatasi konsumsi semua makanan lebaran tersebut. Cara paling jitu adalah mulailah puasa Syawal sehari setelah lebaran. Hal ini akan menahan godaan kita untuk mengkonsumsi makanan yang begitu menggiurkan.
Cara lain jika tidak berpuasa karena masih tetap ingin mengkonsumsi makanan lebaran adalah batasi makanan tersebut hanya sampai 2 hari, setelah itu berhenti dan mulailah memasak dan mengkonsumsi makanan ”normal” sehari-hari.
Kemudian batasi juga konsumi kue kering dan kue basah yang manis dan minuman bersoda. Saya pikir ini bisa dilakukan karena kita tidak terlalu banyak silaturahim ke sanak saudara, teman-teman, dan handai taulan.
Kedua dan sangat penting adalah berolahraga tidak hanya di saat lebaran seperti ini tapi juga harus dilakukan setiap hari sebagai kegiatan rutin.
Hari ketiga kita harus sudah mulai memasak makanan “normal”. Dalam konsumsi makanan bisa berpegang pada konsep makanan 3B, yaitu beragam, bergizi, dan berimbang. Maknanya kita harus mengkonsumsi makanan dari berbagai jenis bahan pangan yang memiliki zat gizi lengkap dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh dan aktivitas.
Tubuh butuh zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikro (vitamin dan mineral). Karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi utama tubuh, penghemat protein, dan pengatur metabolisme lemak.
Masyarakat Indonesia pada umumnya mengkonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan untuk memperoleh sumber karbohidrat dari serealia lainnya seperti jagung, gandum, jelai, oats, shorgum, jewawut, dan jali. Umbi-umbian seperti ubi kayu, talas, gembili, gadung, ubi jalar, kimpul, garut, ganyong, sagu, dan suweg juga merupakan sumber karbohidrat yang dapat diandalkan.
Bahan pangan sumber protein sangat dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan pemeliharaan, pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, pembentukan antibodi, mengangkut zat-zat gizi, dan juga sebagai sumber energi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
