Sastrawan Isbedy Hadir di 'Air Mata Sumatera' Padang Panjang
Gueade
Bandar Lampung
"Tapi yang pasti ada dan cukup untuk perjalanan," sambung dia.
Penyair yang baru saja baca puisi bersama Dzafira Adelia Putri Isbedy dari buku terbarunya, "Kenduri Sumatera" di Taman Budaya Lampung itu, adalah penyair yang hingga di usia senja ini masih produktif.
Tahun 2026 ia buka dengan dua buku yakni kumpulan esai "Noel di Jalur Whoosh, dan Catatan Lain" dan "Kenduri Sumatera" (Januari 2026).
Menurut Sulaiman Juned, ketua pelaksana peluncuran "Air Mata Sumatera" para penyair yang menyatakan hadir dari sejumlah kota di Tanah Air, Malaysia, dan Singapura. (*)
Isbedy Stiawan ZS
Air Mata Sumatera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
