Dari Limbah Jadi Berkah: Tongkol Jagung Tingkatkan Produktivitas Ternak di Lampung Selatan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Dukungan Perguruan Tinggi dan Pemerintah
Penerapan teknologi ini bukan muncul begitu saja, melainkan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang di danai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, melalui skema Program Kemitraan Masyarakat tahun 2025 yang digagas oleh tim dosen perguruan tinggi.
Tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Kusuma Adhianto, S.Pt., M.P. sebagai ketua pelaksana, secara aktif memberikan pelatihan, mendampingi pembuatan pakan amoniasi, hingga melakukan evaluasi performa ternak di lapangan.
Prof. Kusuma menegaskan bahwa teknologi sederhana seperti ini memiliki dampak besar bagi peternak rakyat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tongkol jagung yang selama ini dianggap limbah, ternyata bisa menjadi sumber nutrisi bernilai tinggi bila diolah dengan tepat. Dengan amoniasi, peternak tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ternak mereka,”
“Kami berharap teknologi amoniasi tongkol jagung ini tidak hanya meningkatkan produktivitas ternak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peternak lain untuk memanfaatkan limbah pertanian. Dengan inovasi sederhana tapi efektif, kita bisa meningkatkan kemandirian pakan sekaligus kesejahteraan peternak rakyat,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari semangat peternak yang terbuka menerima pengetahuan baru.
“Kolaborasi antara akademisi, peternak, dan pemerintah daerah sangat penting. Inovasi tidak akan berjalan tanpa dukungan penuh dari masyarakat yang menjadi pelaku utama di lapangan,” tambahnya.
Tongkol jagung
produktivitas ternak
inovasi pertanian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
