Dari Limbah Jadi Berkah: Tongkol Jagung Tingkatkan Produktivitas Ternak di Lampung Selatan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Pemerintah daerah pun memberikan apresiasi atas langkah ini. Menurut mereka, inovasi sederhana seperti amoniasi sangat penting untuk meningkatkan kemandirian pakan sekaligus membantu mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak lokal.
Harapan Ke Depan
Keberhasilan KPT Maju Sejahtera dalam memanfaatkan teknologi amoniasi tongkol jagung diharapkan bisa menjadi model bagi kelompok ternak lain di daerah lain.
Dengan potensi limbah jagung yang melimpah di berbagai daerah Indonesia—mencapai lebih dari 20 juta ton tongkol per tahun—peluang untuk memperluas praktik ini sangat besar.
Selain tongkol jagung, teknologi amoniasi juga bisa diterapkan pada bahan lain seperti jerami padi atau limbah perkebunan, sehingga dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah pakan.
Tongkol jagung yang dulu hanya dianggap limbah kini telah berubah menjadi “berkah” bagi peternak. Melalui teknologi amoniasi, peternak rakyat tidak hanya menghemat biaya hingga seperempat dari total pengeluaran, tetapi juga meningkatkan produktivitas ternak hingga dua kali lipat.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana dengan dukungan berbagai pihak mampu membawa perubahan nyata.
Sebagaimana pesan Prof. Kusuma, kemandirian pakan dan kesejahteraan peternak rakyat adalah cita-cita bersama yang bisa diwujudkan dengan semangat kolaborasi dan keberanian mencoba hal baru. (*)
Tongkol jagung
produktivitas ternak
inovasi pertanian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
