Presentasikan Cangget Bakha Depan Dewan Juri, Bupati Hamartoni Tuai Apresiasi
Furkon Ari
Lampung Utara
Seiring perkembangan zaman, Cangget Bakha tetap dilaksanakan dengan berbagai penyesuaian tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ini kerap digelar saat perayaan Idul Fitri sebagai sarana silaturahmi muli-mekhanai, khususnya bagi masyarakat perantau, guna mempererat ikatan sosial.
Di penghujung pemaparannya, Hamartoni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan lokal.
Dukungan diberikan kepada Dewan Kesenian Lampung Utara, PWI serta para pemangku kepentingan sebagai mitra strategis dalam pemajuan kebudayaan, melalui fasilitasi kegiatan seni, penguatan komunitas budaya, dan pelibatan generasi muda.
"Cangget Bakha adalah simbol rasa syukur dan sarana silaturahmi lintas generasi. Di dalamnya terkandung nilai etika dan gotong royong yang menjadi akar kehidupan masyarakat Lampung Utara," tegas Hamartoni.
Suasana Gedung PWI Pusat semakin hangat saat sesi tanya jawab. Sudjiwo Tejo yang dikenal kritis terhadap isu pelestarian budaya, menyoroti pentingnya menjaga relevansi adat Lampung di tengah modernisasi.
Sementara juri dari IKJ menekankan aspek artistik serta nilai edukatif Cangget Bakha yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.
Dalam diskusi tersebut, Sudjiwo Tejo secara khusus mengajak Bupati Lampung Utara untuk terus melestarikan bahasa Lampung dan mendorong penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Diketahui, dalam presentasi Anugerah Kebudayaan tersebut, Bupati Lampung Utara didampingi Kepala Dinas Kominfo Gunaido Utama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Perdana Putra, serta pengurus Dewan Kesenian Lampung Utara (DKLU). (*)
Bupati Lampung Utara
Hamartoni Ahadis
Cangget Bakha
Juri
PWI
HPN
Budayawan
Sudjiwo Tejo
IKJ
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
