Universitas Saburai Bedah Kurikulum Kampus Merdeka
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kampus merdeka sesungguhnya memberi kebebasan mahasiswa dan dosen untuk memilih program studi (prodi) dan konsentrasi bidang ilmu. Baik di dalam maupun di luar perguruan tinggi (PT).
Demikian penjelasan Dr Ayi Ahadiyat, SE, MBA. Ia menjadi narasumber dalam Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka (Program Studi: Manajemen dan Akuntansi).
Acara yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) ini, dilaksanakan di Gedung Graha Saburai kompleks Universitas Saburai, Sabtu (12/9/2020).
Ayi dalam paparannya menjelaskan, perkembangan teknologi digital yang diikuti pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19, menuntut PT mampu menyesuaikan dengan kondisi ini. Termasuk dalam penerapan kurikulumnya.
”Karena secara bersamaan terjadi juga revolusi pendidikan. Di antaranya kuliah online melalui Zoom dan aplikasi daring lainnya,” ungkap Ayi yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
Menurut Ayi, proses pembelajaran di kampus merdeka secara operasional pada semester empat, sebenarnya boleh dilakukan di luar prodi pada PT.
Lalu, pada semester 5 dan 6 pembelajaran di luar PT (magang) dan semester 7 dan 8 kembali ke prodi PT asal.
”Jadi untuk mahasiswa dan dosen dituntut memahami, paling tidak operasionalisasi dari perkembangan teknologi digital,” ingat Ayi.
Sementara itu, Rektor Universitas Saburai Dra Henni Kesumastuti, MIP, menjelaskan lokakarya semacam ini sangat dibutuhkan.
Sebab, terus dia, sesuai Permendikbud Nomor 3 tahun 2020, perguruan tinggi (PT) diwajibkan menerapkan kampus merdeka. Terlebih pada masa pandemi saat ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
