Puisi Isbedy Stiawan tentang Tsunami di Banten dan Lampung
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Bencana tsunami yang menghantam Provinsi Banten dan Lampung menorehkan duka mendalam bagi sastrawan Lampung Isbedy Stiawan ZS.
Ia termenung membaca sejumlah berita dan informasi tentang korban jiwa akibat terkaman ombak dahsyat dari lautan.
Lalu, lahirlah sebuah puisi untuk mengenang tsunami dan para korban yang hingga kini terus berjatuhan. Berikut puisi penyair yang dijuluki Paus Sastra Lampung ini. (*)
LAUT MEMBUATKU PERKASA
Puisi Isbedy Stiawan ZS
lautlah yang membuatku perkasa
aku tundukkan pulau demi pulau
ke lepas laut biru kapal menuju
ke tubuhtubuh sepi kapal berlabuh
Tuhan mahaampuh! dikirim gelombang
besar supaya aku tahu mahabesar-Nya
dibolakbalik ombak, dikirim buih
ke tepitepi pantai untuk kami bermain
dengan keluarga. digoyanggoyang
gelombang, dibesarkan ombak
menerjang rumah dan menghanyutkan
kami dan mati!
mahabesar Tuhan! aku tak berdaya
dalam gumulan gelombang tinggi. Kapal
menghantam pantai: pecah. ombak
menerjang, kami hanyut: hilang
di tempat tak tercatat, kau jumpai aku
tak lagi punya ruh...
KA, 23 Desember 2018
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
