Kurban 30 Sapi, PTPN VII Jaga Silaturahmi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Tagline “Akhlak” yang di-launching Kementerian BUMN diterjemahkan secara lebih luas oleh PTPN VII.
Akhlak yang secara harfiah berarti menjaga etika dan hubungan baik dilakukan BUMN Perkebunan ini dengan menggalakkan ibadah kurban.
Pesan moralnya, menunaikan ajaran agama sembari menjalankan ibadah sosial untuk menjaga silaturahmi.
“Pada Idul Qurban tahun 1441H atau 2020 ini, Insyaalloh PTPN VII akan menyembelih kurban 30 ekor sapi dan 60 ekor kambing. Kami menyadari, aset dan aktivitas bisnis kami berada di tengah masyarakat. Maka akhlaknya, kami harus dekat dan peduli dengan lingkungan,” kata Okta Kurniawan, Senior Executive Vice President (SEVP) Business Support PTPN VII, Rabu (28/7/2020).
Okta mengatakan, kesadaran tentang bekerja adalah bagian dari ibadah terus terpupuk di lingkungan PTPN VII. Meskipun kondisi perusahaan sedang dalam masa pemulihan, pihaknya terus mendorong semua karyawan untuk lebih peduli kepada lingkungan.
“Ibadah kurban bagi PTPN VII adalah kewajiban agama dan bentuk tanggung jawab moral kepada sesama, terutama warga di sekitar perusahaan. Setiap Idul Adha, kami mengimbau kepada seluruh unit kerja PTPN VII di Lampung, Sumsel, dan Bengkulu untuk kurban. Ini adalah sarana agama yang menguatkan hubungan baik kita dengan masyarakat,” kata dia.
Tentang Akhlak yang diusung Kementerian BUMN, Okta menjelaskan bahwa tagline tersebut adalah nilai utama atau core value yang menjadi garis besar kinerja perusahaan. Selain kata akhlak itu sebagai tata nilai perilaku yang harus dijalankan dengan baik, secara akronim juga dijabarkan per huruf.
“Akhlak itu singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ini adalah pesan moral dari Pak Erick Tohir kepada seluruh BUMN dalam menjalankan bisnisnya. Ini adalah core value atau nilai utam di BUMN Indonesia,” terang dia.
Enam tata nilai utama itu, menurut Okta sangat fundamental. Setiap jejak kebijakan dan operasional manajemen, kata dia, harus didasari dengan niat baik dan dijalankan dengan penuh amanah.
Kemudian kompeten adalah nilai profesionalitas bahwa suatu pekerjaan dikerjakan oleh orang yang sesuai dengan kometensinya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
