Almadi, Pemuda 20 Tahun yang Tak Bisa Berjalan dan Melihat
lampung@rilis.id
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Umur Almadi sudah 20 tahun pada saat ini. Namun, berbeda dengan adiknya Arini (7), ia ia tidak bisa berjalan dan melihat.
Anak pasangan Ngatiman (46) dan Sriyati (43) ini tinggal di Desa Gunung Batu Dusun Srikaton, Tanjungbintang, Lampung Selatan.
Ngatiman sehari-hari menjadi buruh harian. Sementara istrinya Sriyati bekerja di rumah makan.
Karena keterbatasan Almadi, pasangan suami-istri ini membagi waktunya untuk menjaga sang buah hati.
”Kalau bapak pagi kerja, saya di rumah jagain Almadi. Pulangnya sore. Setelah itu saya berangkat kerja sampai tengah malam,”ujar Sriyati, Kamis (23/7/2020).
Meski keadaan ekonominya sulit, Ngatiman tetap berusaha mencari bantuan agar anaknya bisa sembuh.
”Almadi dari lahir begini. Dulu ada benjolan di kening dan bola matanya kecil. Karena tidak punya uang, saya pergi ke sebuah yayasan untuk keluarga tidak mampu,” paparnya.
Benjolan di kening Almadi pun dioperasi. Tapi, semua itu tidak bisa memulihkan penglihatannya.
Sejak itu, keluarga ini banyak membawa Almadi berobat ke mana-mana. Namun, hasilnya belum ada.
”Saya tidak tahu apa yang menyebabkan Almadi tidak bisa melihat atau berjalan. Kalau disentuh badan atau kakinya, pasti dia kaget,” ujar Ngatiman.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
