Mengaku LPK, Pedagang Kosmetik Lamtim Diperas Puluhan Juta
Muklis
Lampung Timur
“Saya tanya, ‘Bagaimana di pihak kepolisian?’ Dia jawab, ‘Ada.’ Lalu saya tanya, ‘Kalau untuk di kepolisian seperti apa?’ Dia bilang biayanya hampir sama dengan dia, sekitar Rp15 juta,” tutur Abhizar.
Abhizar mengaku terus merasa ditekan dan diancam secara verbal oleh AEF.
“Dia menekan saya dengan kata-kata kasar. Dia bilang, ‘Kamu ini penipu. Lihat saja nanti usahamu.’ Dia juga sempat mengatakan kata-kata kotor dan menyebut saya munafik,” ucapnya.
Dalam salah satu pertemuan, AEF datang bersama beberapa orang lain.
“Dia datang pakai mobil, turun tiga orang. Satu duduk di depan saya, satu lagi di bawah sini," katanya.
"Dalam rekaman yang saya punya, dia memperkenalkan dirinya sebagai ‘Fendi’, lalu ada yang dipanggil ‘Bang Jay’. Satu orang lagi kurang jelas identitasnya,” lanjut Abizar.
Karena ketakutan, Abhizar lalu menghubungi keluarga istrinya untuk meminta bantuan dana.
“Saya sudah takut, lalu menghubungi keluarga istri yang di luar kota untuk segera cari uang. Istri saya akhirnya mendapatkan uang dan membawanya ke sini,” katanya.
Abhizar berharap pihak kepolisian menangani kasus dugaan pemerasan ini secara serius agar pelaku usaha kecil lain tidak menjadi korban.
“Dan pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tegas Abhizar
Lampung Timur
Pemerasan
Kosmetik Online
LPK
Tekab 308
Polres Lampung Timur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
