Pasca Viral Bentangkan Spanduk, Wisudawan Mengaku Dicari Polisi Hingga ke Rumah untuk Klarifikasi
Pandu Satria
Bandarlampung
"Selain itu, uang hilang dugaan kami mendekati angka Rp100 juta. Namun ada uang Rp1,5 juta di meja makan yang tetap tidak diambil oleh tersangka," imbuhnya.
Kemudian ada saksi mata melihat ada dua orang dan kakak kandung ayahnya mendengar tiga orang mengobrol dengan bahasa luar. Sedangkan bibinya, tidak paham karena asli dari Medan.
Pada saat penanganan oleh penyidik itu, saksi mata responsnya sangat cepat dipatahkan oleh penyidik. Sehingga langsung dilimpahkan Kejaksaan, namun tidak ada perkembangan dari saksi.
"Kemudian diberikan teguran oleh Polda, lalu diproses langsung penyidik. Akan tetapi hasil belum puas, mulai dari penyidik dan tersangka diperiksa di kampung. Di mana mencekam ibu kami di rumah dan saat ini bibi kami yang mendengar pun tidak diminta keterangan oleh Polres," kata Chandra.
Kemarin, Chandra mengaku ke Polda Lampung membuat pengaduan agar beberapa oknum penyidik terkena teguran.
Namun yang pasti, ia meminta kepada Kapolda dan Kapolri untuk mengawal kasus agar cepat diselesaikan.
"Kami juga syok kenapa pihak penyidik dari Polres justru membawakan daftar 15 nama saksi ke rumah kami. Siapa saja nama tersebut, tapi kami tidak tahu dan datangnya dari mana juga tidak tahu," paparnya.
Saat ini, pihak Reskrim mengirim file data surat panggilan ke Bhabinkamtibmas. Akan tetapi dia langsung membuat jalur surat tersebut sampai di rumah.
"Kemarin anggota polisi datang ke rumah mencari Abang saya," pungkas Chandra. (*)
Wisudawan UMP
bentangkan spanduk
viral
dicari polisi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
