Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Alat Ukur Berat-Tinggi Badan Berbasis Internet of Things
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
4. Portabilitas
Banyak alat pengukur yang dirancang ringan dan mudah dibawa, memungkinkan pengukuran dilakukan di berbagai tempat, seperti di rumah atau posyandu.
5. Fitur Tambahan
Beberapa alat dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti pengukuran dengan layar digital dan aplikasi pada ponsel android secara daring, yang membantu memvisualisasikan perkembangan anak secara lebih jelas dengan indeks massa tubuh (IMT).
6. Dukungan untuk Deteksi Masalah Kesehatan
Penggunaan alat pengukur secara rutin dapat membantu mendeteksi kelainan berat badan yang akan memunculkan indeks massa tubuh sesuai dengan umur anak-anak sehingga dapat mengetahui masalah pada berat badan. dengan nilai kurus, ideal, gemuk dan obesitas.
Alat ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan anak; deteksi dini gangguan kesehatan; mencegah risiko kesehatan; dan mengidentifikasi pola pertumbuhan.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M. berharap inovasi ini dapat bermanfaat untuk instansi dan masyarakat Lampung.
"Kedepannya mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia terus berkarya dan berinovasi," ujarnya. (*)
Universitas Teknokrat Indonesia
Alat Ukur Berat
Internet of Things
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
