Tonggak Sejarah, PGE Ulubelu Mulai Bangun Green Hydrogen Berteknologi AEM Pertama di Dunia
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Tonggak Sejarah Energi Bersih
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa groundbreaking ini adalah tonggak sejarah sekaligus langkah konkret Pertamina Group untuk menjadi perusahaan energi bersih kelas dunia.
“Pengembangan green hydrogen selaras dengan dual growth strategy Pertamina Group, yakni mengembangkan portofolio bisnis rendah karbon demi masa depan berkelanjutan,” ujar Simon.
Ia menambahkan, proyek ini akan menjadi fondasi regulasi, standar, dan model bisnis hidrogen di Indonesia, serta membentuk ekosistem energi baru yang bisa direplikasi di wilayah lain.
Sementara Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menyebut pilot project green hydrogen di Ulubelu ditargetkan bisa menghasilkan energi hingga 300 megawatt (MW).
“Dengan pilot project ini, kita harapkan bisa mempercepat ekosistem green hydrogen untuk Pertamina sendiri. Mudah-mudahan pada 2029 kita sudah bisa mengembangkan 300 MW green hydrogen,” jelasnya.
Julfi menambahkan, proyek ini tidak hanya untuk kebutuhan domestik tetapi juga berpotensi menjadi penyuplai green hydrogen bagi negara lain.
“Pada 2030–2033 kita targetkan bisa masuk ke segmen green hydrogen dunia. Geotermal Indonesia sangat besar, dan dengan dukungan pemerintah, pengembangan ini harus dipercepat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa proyek ini juga membuka peluang offgrid business, sehingga tidak bergantung pada PLN dan bisa masuk ke bisnis B2B untuk mempercepat konversi green hydrogen ke amonia atau metanol, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turut hadir dalam acara, mengatakan bahwa proyek ini membuktikan Lampung mampu memberi kontribusi besar bagi bangsa bahkan dunia.
PGE Ulubelu
green hydrogen
energi hijau
energi terbarukan
Pertamina Geothermal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
