Petani hingga Anggota DPRD Daftar Program Kemitraan Tebu Mandiri SGC
lampung@rilis.id
Tulangbawang
RILISID, Tulangbawang — Program kemitraan tebu mandiri yang ditawarkan Sugar Group Companies (SGC) menuai respons positif dari petani hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Bahkan petani hingga anggota DPRD ikut mendaftar program kemitraan tebu mandiri saat acara sosialisasi di Kecamatan Gedungmeneng dan Dente Teladas selama dua hari berturut-turut, Senin-Selasa (29-30/9/2025).
Mereka berbondong-bondong masuk program kemitraan tebu mandiri lantaran kecewa karena anjloknya harga singkong.
Nursid Sutrimo, warga Dente Makmur, Kecamatan Dente Teladas, mengungkapkan bahwa dirinya hanya menerima uang Rp4 juta dari hasil menanam singkong dengan luasan lahan 1 hektare.
"Bayangkan dari menanam singkong di lahan seluas satu hektare, saya hanya menerima Rp4 juta di saat panen. Ini minus karena banyak biaya yang harus saya keluarkan untuk tanam singkong,” katanya di sela-sela sosialisasi program kemitraan tebu mandiri titik ke-8 di Kantor Balai Kampung Dente Makmur, Kecamatan Dente Teladas, Tulangbawang, Selasa (30/9/2025).
"Saya mau daftar (Program kemitraan tebu mandiri) karena saya yakin nasib saya lebih baik dibanding sekarang ini," tambah Nursid.
Senada dengan Nursid, Haji Istamar pun antusias mengikuti program kemitraan tebu mandiri dengan menyiapkan lahan miliknya seluas 50 hektare.
"Saya siapkan 50 hektare untuk ditanami tebu. Sebelumnya, lahan saya ditanami singkong, sebagian lagi tidak ditanami," ujar warga Dente Makmur itu.
Tak hanya petani biasa, anggota DPRD Tulangbawang (Tuba) Ahmad Shodiqin juga mendaftar dengan menyediakan lahan seluas 2 hektare.
"Saya memiliki lahan 2 hektar juga ikut mendaftar menjadi mitra," ujar sang legislator yang merupakan warga Way Dante.
Petani
Anggota DPRD
Program Kemitraan Tebu
SGC
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
