Lampung Kini Punya 7 Gudang untuk Menjalankan Sistem Resi Gudang (SRG), Ini Lokasinya
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Kementerian Perdagangan RI sudah membangun 7 gudang di Provinsi Lampung untuk menjalankan skema Sistem Resi Gudang (SRG).
Ketujuh gudang SRG tersebut tersebar di enam kabupaten, yaitu Lampung Selatan, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Selatan.
Selain 7 gudang dari Kemendag, di Lampung juga ada dua gudang swasta yang terletak di Bandar Lampung dan Metro yang siap menjalankan SRG.
Kepala Biro Pembinaan SRG dan PLK Bappebti, Heryono Hadi Prasetyo mengatakan total transaksi SRG di Lampung telah mencapai Rp27,01 miliar dengan total pembiayaan sebesar Rp3,92 miliar pada 2014-2024.
Ia menjelaskan SRG merupakan instrumen yang bermanfaat bagi pemilik barang, seperti petani, nelayan, pembudidaya, petambak, UMKM, dan pelaku usaha lainnya.
“Selain itu, SRG berfungsi sebagai sarana penyimpanan komoditas saat harga berfluktuasi, sehingga dapat dijual kembali pada harga terbaik,” ujarnya, Senin (10/3/2025).
SRG juga memberikan alternatif pembiayaan dari lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank bagi pemilik barang di gudang SRG selama masa penyimpanan.
“Dengan skema ini, SRG berperan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas,” ungkap Heryono.
Diketahui, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah berupaya mengoptimalkan SRG dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) di Lampung.
Hal itu dilakukan dengan penandatanganan MoU antara Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Budi Susanto, dan Dirut PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung Mahdi Yusuf di Jakarta, pada Jumat lalu (7/3/2025).
sistem resi gudang
petani Lampung
SRG
penyimpanan gudang
gudang di Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
