Diprediksi Bakal Tembus Rp2 Juta per Gram, Cek Harga Emas Hari Ini
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Harga Emas keluaran Antam hari ini, Senin (24/2/2025) sudah mencapai Rp1.705.000 per gram. Harga itu naik tipis sebanyak Rp1.000 per gram.
Dikutip dari laman resmi Logam Mulia, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 902.500. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 16.545.000 dan ukuran emas terbesar yakni Rp 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 1.645.600.000.
Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan emas Antam terpantau naik berada di rentang Rp 1.671.000 - Rp 1.705.000 per gram. Dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas juga terpantau naik dan berada di rentang Rp 1.608.000-1.705.000 per gram.
Sementara harga buyback emas hari ini juga mengalami perubahan, naik di level Rp1.555.000 per gram. Harga buyback emas Antam adalah harga yang didapatkan ketika pemegang emas Antam ingin menjualnya.
Simak harga emas pada hari ini, Senin (24/2/2025):
• Harga emas batangan 0,5 gram: Rp902.500
• Harga emas batangan 1 gram: Rp1.705.000
• Harga emas batangan 2 gram: Rp3.350.000
• Harga emas batangan 3 gram: Rp5.000.000
• Harga emas batangan 5 gram: Rp8.300.000
• Harga emas batangan 10 gram: Rp16.545.000
• Harga emas batangan 25 gram: Rp41.237.000
• Harga emas batangan 50 gram: Rp82.395.000
• Harga emas batangan 100 gram: Rp164.712.000
• Harga emas batangan 250 gram: Rp411.515.000
• Harga emas batangan 500 gram: Rp822.820.000
• Harga emas batangan 1.000 gram: Rp1.645.600.000
Harga emas diprediksi akan terus meningkat sepanjang 2025. Bahkan nilainya diperkirakan bakal menembus hingga Rp 2 juta per gram tahun ini.
Menurut President Director PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, ada potensi kenaikan harga mencapai Rp 2 juta per gram.
Kenaikan harga emas ini didorong kekhawatiran pasar atas ketidakpastian ekonomi. Terutama, kebijakan yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
harga emas hari ini
harga emas terbaru
emas Lampung
investasi emas
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
