Bank Indonesia Sebut Inflasi Lampung di Awal 2025 Masih Terjaga
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Lampung mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Januari 2025 tercatat mengalami defiasi sebesar 0,716 (mtm).
Jumlah itu lebih rendah dibandingkan periode Desember 2024 yang mengalami inflasi sebesar 0,474 (mtm).
Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang tercatat deflasi sebesar 0,7696 (mtm). Namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tingkat perkembangan IHK di Provinsi Lampung pada bulan Januari dalam tiga tahun terakhir yang tercatat inflasi sebesar 0,3496 (mtm).
Kepala BI Lampung, Junanto Herdiawan mengatakan secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada bulan Januari 2025 mengalami inflasi 1,0496 (yoy). Lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 1, 5796 (yoy).
“Namun lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,764 (yoy),” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Dilihat dari sumbernya, deflasi pada Januari 2025 utamanya disebabkan oleh penurunan tarif listrik, serta harga tomat, bawang merah, cumi-cumi dan Ikan kembung dengan andil masing-masing sebesar -1,544 (mtm): -0,1096 (mtm): -0,094 (mtm): -0,059 (mtm) dan -0,04 (mtm).
Penurunan tarif listrik terjadi sejalan dengan pemberlakuan kebijakan diskon listrik sebesar 50x kepada pelanggan rumah tangga PT PLN dengan daya 450 VA, 900 VA dan 1 300 VA selama Januari-Februari 2025.
Adapun penurunan harga komoditas tomat, bawang merah, cumi-cumi dan ikan kembung sejalan dengan masuknya periode panen hortikultura, terutama panen bawang merah di Kabupaten Indramayu yang merupakan pemasok utama bawang merah untuk Provinsi Lampung, serta terjaganya hasil tangkap perikanan laut.
Lebih lanjut, deflasi pada Januari 2025 tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami inflasi, terutama Cabai Merah: Cabai Rawit: Minyak Goreng: dan Kangkung dengan andil masing-masing sebesar 0,379 (mtm): 0,194 (mtm): 0,054 (mtm): dan 0,034 (mtm).
Peningkatan harga aneka cabai dan kangkung disebabkan oleh gagal panen akibat tingginya curah hujan dan kejadian banjir pada awal tahun.
Bank Indonesia
BI Lampung
inflasi Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
