Usaha Servis Kendaraan di Lampung Selamat dari Badai Pandemi, Ini Datanya
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dua bisnis terbukti survive melewati badai pandemi Covid-19 di Lampung. Bahkan bisa dibilang sukses dengan mencatat laju pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 8,3 persen.
Keduanya adalah usaha reparasi kendaraan serta perdagangan besar dan eceran.
Sedangkan, laju pertumbuhan ekonomi terendah ada pada kategori pengadaan listrik dan gas dengan nilai minus 6,8 persen.
Secara keseluruhan ekonomi Lampung tumbuh 2,79 persen pada 2021, melesat dibanding 2020 yang terkontraksi dengan minus 1,67 persen.
Hal ini terungkap dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung yang tertuang di "Lampung dalam Angka 2022".
Statistisi Ahli Madya Selaku Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Lampung, Nurul Andriana, juga menjelaskan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita 2021.
PDRB per kapita menjadi dasar untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk Lampung. Yakni pendapatan rata-rata penduduk yang didapat dari hasil bagi antara PDRB dengan populasi di suatu wilayah pada tahun tertentu.
"Semakin tinggi pendapatan per kapita, maka wilayah tersebut semakin makmur," ungkap Nurul, Rabu (16/3/2022).
PDRB per kapita atas dasar harga berlaku Provinsi Lampung 2021 sebesar Rp40,95 juta, naik dari tahun sebelumnya Rp39,65 juta atau 4,08 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Lampung 2021
Lampung Dalam Angka
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
