Triwulan I Tahun 2024, Pertumbuhan Ekonomi Lampung Melambat
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Hal ini disebabkan oleh peningkatan impor pupuk sejalan dengan program perluasan tanam komoditas pangan dan hortikultura, serta tetap terjaganya impor barang konsumsi untuk menopang permintaan domestik.
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), Perdagangan Besar dan Eceran (PBE); Industri Pengolahan; serta Konstruksi mendorong perekonomian Lampung triwulan I 2024. Kinerja LU PBE tercatat tumbuh 8,58% (yoy).
LU Industri Pengolahan tercatat tumbuh 6,51% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,94% (yoy) terutama ditopang oleh kinerja industri makan-minum dan percetakan pada masa kampanye politik.
Peningkatan aktivitas industri turut tercermin dari realisasi Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia yang tercatat 69,40%, lebih tinggi dari 67,38% pada triwulan sebelumnya.
LU Transportasi dan Pergudangan tercatat tumbuh 11,46% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan 11,03% (yoy) pada triwulan sebelumnya, terutama didukung oleh penambahan rute penerbangan di Bandara Radin Inten II dan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Keagamaan.
Adapun LU Konstruksi turut mendukung kinerja perekonomian dengan tumbuh 6,86% (yoy), walaupun melambat dibandingkan 15,16% (yoy) pada triwulan sebelumnya. (*)
pertumbuhan ekonomi Lampung
BI Lampung
Bank Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
