Tiket Pesawat Melonjak Bagasi pun Tak Gratis, Ini Penyebabnya
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kenaikan harga tiket pesawat penerbangan domestik sejak awal tahun 2019 dan pemberlakuan tarif bagasi sedang ramai dibicarakan.
Bahkan, karena dianggap melebihi kewajaran, netizen beramai-ramai membuat petisi agar Kementerian Perhubungan menormalkan kembali harga tiket.
Petisi dibuat Iskandar Zulkarnain yang ditujukan kepada Presiden, Menkeu, Menhub, Direktur Utama dan CEO Garuda Indonesia, serta CEO Lion Air. Hingga Sabtu (12/1/2019) malam, petisi telah ditandatangani 154.459 orang.
Sejumlah orang juga me-mention akun Twitter Menhub Budi Karya Sumadi untuk meminta tarif batas atas tiket pesawat diturunkan.
Akun @chaniagointan, misalnya, menyebut ada kenaikan hingga dua kali lipat untuk rute penerbangan Medan-Lampung.
“Lihat harga tiket pesawat Medan-Lampung. Terkejoed akutu. Mahal bingiit. Perasaan Oktober kemaren masih dapat 900an, sekarang paling murah 1500an.. Sakit kepala seketika,” tulisnya.
Perencana Kota dan Infrastruktur Transportasi, IB Ilham Malik, mengatakan kenaikan harga tiket pesawat bukan tanpa alasan. Lemahnya nilai tukar rupiah pada dolar menjadi salah satu faktornya.
"Kenaikan harga tiket merupakan langkah reaksi maskapai karena naiknya production cost akibat melemahnya nilai rupiah terhadap dolar," kata Ilham, Sabtu (12/1/2019). Saat ini, USD1 sama dengan Rp14.045.
Dosen Universitas Bandar Lampung ini mengungkapkan, pihak maskapai penerbangan menemui jalan buntu untuk menekan biaya operasional.
"Sehingga opsi yang mereka pilih adalah menaikkan tarif dan menghapus kebijakan bagasi gratis,” paparnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
