Tangkal Harga Anjlog Panen Raya Jeruk, Bujangseta Solusinya

Elvi R

Elvi R

Jakarta

16 September 2018 12:08 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Tiada seorangpun petani jeruk di Kabupaten Banyuwangi bagian selatan yang tidak meratap sedih ketika sekitar Juli lalu harga buah jeruk di tingkat petani anjlog hingga Rp2.000 per kilogram. Padahal, harga tersebut impas dengan harga saprodi yang  melambung terus. Menurut salah seorang petani bisa mencapai sekitar Rp4.000, per kilogram.

Seolah tidak bisa dihindari, derita tahunan ini datang lagi  yang disikapi pasrah tak berdaya oleh para petani jeruk jeruk yang ada di Indonesia  yang periode panennya relatif sama yaitu pada Mei, Juni dan Juli tergantung iklim pada saat itu.

Bujangseta, teknologi produksi buah jeruk berjenjang sepanjang tahun merangkum managemen kanopi, nutrisi dan pengendalian hama penyakit. Pada Juli 2017 telah dibangun  demplot Bujangseta seluas ± 10 hektare yang meliputi 19 kebun petani  di desa Plampangrejo kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi, dan kini telah menunjukkan performa yang sangat menggembirakan. 

Di demplot Bujangseta tersebut. sebagian besar pohon jeruk yang ada telah memiliki   lima hingga tujuh jenjang pembungaan dan pembuahan (bunga hingga buah siap dipanen) yang menjadikan buah jeruknya dapat dipanen lima kali dalam setahun.

Jumlah buah per tahun dari pohon yang menerima aplikasi teknologi Bujangseta bisa mencapai 2,6 kalinya dibandingkan yang dikelola dengan teknologi petani dan petani telah 2-3 kali panen buah jeruknya hasil Bujangseta. 

Bujangseta menurut petani selain mudah diaplikasikan juga terbukti meningkatkan kesehatan pohon dan yang penting adalah petani sudah tidak memerlukan lagi cool storage untuk menyimpan limpahan panen jeruknya.

Bujangsetanisasi kawasan agribisnis jeruk di Kabupaten Banyuwangi telah diinisiasi dengan membangun lagi demplot dengan luasan 1,0-1,5 hektare di empat kecamatan penghasil utama jeruk Siam lainnya, yaitu di kecamatan Bangorejo, Purwoharjo, Tegaldlimo dan Gambiran. Guna mengakselerasi adopsi dan difusi teknologi Bujangseta pada 13 September 2018 telah digelar pelatihan Bujangseta Jeruk  yang diikuti oleh sekitar lebih dari 70 petani jeruk dari lima kecamatan tersebut di atas dengan metode dari petani untuk petani.  Lokasi pelatihannya sendiri di demplot Bujangseta yang telah menunjukkan performa bagus sekali. 

Setelah mendapatkan pembekalan tentang Bujangseta, peserta  langsung praktek di kebun Bujangseta milik petani terpilih sehingga praktek teknologi Bujangseta  maupun  sharing informasi antar peserta bisa berlangsung lebih akrab. 

Kini dengan harga buah jeruk mulai naik menjadi Rp7.000 per kilogram (ketersediaan buah sedikit), petani sudah mulai tersenyum lagi; senyumnya semakin mengembang dan semangatnyapun  bertambah menggelora karena setiap peserta pelatihan meyakini teknologi Bujangseta menjadi jabawan jitu masalah tahunan anjognya harga buah pada saat panen raya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya