SPPN-PTPN Sepakat Jalankan "Business Unusual"

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

14 April 2020 17:17 WIB
Bisnis | Rilis ID
Rilis ID

Lebih teknis, Oho menyebut bulan depan perusahaan harus membayar gaji plus THR. Sementara, kondisi cash flow cukup berat karena pengaruh global dari wabah ini.  Produk yang dihasilkan perusahaan tidak langsung mendapat pembeli. Oleh karena itu, ia meminta kesadaran karyawan dan memahami kondisi ini.

“Kita berdoa semoga kondisi ini segera berlalu. Tentang hak-hak karyawan tidak akan hilang, tetapi mungkin bisa tertunda. BOD (direksi) sedang berpikir keras melewati kondisi ini,” kata dia.

Hanugroho mengatakan, opsi prospek yang bisa mengisi cash flow paling cepat adalah dari komoditas gula. Oleh karena itu, Oho meminta seluruh potensi untuk memastikan seluruh aspek yang mendukung produksi gula dari dua pabrik yang ada pada posisi siap.

“Kita siapkan BCN (anak perusahaan PTPN VII yang mengelola PG Bungamayang dan Cintamanis) sebaik-baiknya. Kita antisipasi semua kemungkinan kendala, seperti mobilisasi tenaga tebang yang massif. Ini harus segera dicari alternatifnya. Apakah kita pakai harvester, harus dihitung,” kata dia.

Tentang mekanisme kerja setelah pemberlakuan kerja dari rumah (WFH, work from home), Oho meminta semua tetap produktif. Ia menyebut, untuk berkoordinasi dan melaporkan progress pekerjaan tidak hanya melalui video cenference, namun dengan conference call pun bisa.

“Saya tak butuh fisiknya, tetapi saya butuh suaranya yang menyatakan komitmen menjalankan tanggung jawab pekerjaannya. Dan yang lebih penting dari itu, hasil dari pekerjaannya yang memberi prospek baik untuk perusahaan,” kata dia. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Adi Pranoto
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya