Petani di Bali Tetap Semangat Memanen Padi di Tengah Pandemi COVID-19 

Elvi R

Elvi R

Jakarta

31 Maret 2020 11:15 WIB
Bisnis | Rilis ID
Panen raya di Bali. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Panen raya di Bali. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Dalam rilis Kementerian Pertanian RI tanggal tanggal 29 Maret 2020, disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo menaruh harapan besar pada sektor pertanian di tengah-tengah wabah COVID-19 yang sedang melanda Indonesia. Bahkan, Presiden mengintruksikan semua Kementerian Lembaga untuk memprioritaskan kebutuhan bahan pokok untuk pasokan ke masyarakat selama  proses pengendalian penyebaran COVID-19 di Indonesia. 

Provinsi Bali menjadi salah satu dari beberapa provinsi di Indonesia yang terpapar wabah COVID-19. Dampak buruk wabah ini terhadap perekonomian di Bali menjadi kecemasan semua pihak.  Lesunya sektor pariwisata yang selama ini menjadi tumpuan utama masyarakat Bali, semakin menambah kehawatiran. Belajar dari tragedi bom Bali, pada situasi seperti ini sektor pertanian menjadi tumpuan utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. 

Menurut Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa, semenjak kebijakan Work From Home (WfH) diserukan pemeritah untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, petani di Bali tetap bekerja demi menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dilaporkan beberapa wilayah di Bali sudah waktunya petani memanen padi. Hasil pemantauan petugas lapangan pada hari Minggu 29 Maret 2020 petani di Bali memanen padi pada luasan 347 hektar dari potensi 461 hektar yang siap panen. 

"Sementara para pejuang kesehatan serta seluruh masyarakat sedang berjuang untuk mengatasi wabah virus korona, para petani di Bali juga berjuang demi menjaga ketahanan pangan kita semua," ujar Rai Yasa.

Beberapa daerah yang siap melakukan panen padi diantaranya Kabupaten Buleleng tepatnya di Subak Banyuning, Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng.  Pada luasan 2 hektar, padi yang dipanen merupakan varietas Ciherang dengan produktivitas 6,5 ton per hektar.  Selanjutnya panen padi juga laksanakan di Subak Munggu, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung seluas 230 hektar,  dari potensi panen sekitar 240 hektare. Varietas padi yang dipanen adalah  Cigeulis dengan provitas rata-rata 6,5 ton per hektare.  

Selain Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Badung, petani di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Klungkung juga melaksanakan panen. Tepatnya di Subak  Spa Selatan Desa Pengambangen, Kecamatan Negara, kabupaten Jembrana akan dipanen padi Varietas Ciherang seluas 5 hektare dari potensi 60 hektare. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan, provitasnya mencapai 9,3 ton per hektare.
Sementara itu petani  di Subak Gunaksa, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, sampai saat ini telah dipanen  seluas 110 hektare, dari potensi 129 hektare. Padi yang dipanen adalah padi varietas Ciherang, dengan produktivitas  sekitar 8 ton per hektare.

Terakhir dilaporkan di Kabupaten Tabanan yang merupakan sentra produksi beras di Bali juga dilaksanakan panen padi, antara lain di Subak Bengkel, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri.  Varietas padi yang dipanen adalah Varietas  Ciherang. Luas panen sampai saat ini sekitar 25 hektare dari potensi 330 hektare tanaman yang siap dipanen, dengan produktivitas  mencapai 7,5 ton per hektare.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya