Petani Mesuji Lakukan Pengendalian Hama Serentak

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

MESUJI

18 April 2020 14:16 WIB
Advertorial | Rilis ID
Petani Mesuji bersama petugas Dinas Pertanian kabupaten setempat dan Balai Penyuluhan Pertanian Simpangpematang saat melakukan pengendalian hama wereng secara serentak./FOTO ISTIMEWA
Rilis ID
Petani Mesuji bersama petugas Dinas Pertanian kabupaten setempat dan Balai Penyuluhan Pertanian Simpangpematang saat melakukan pengendalian hama wereng secara serentak./FOTO ISTIMEWA

RILISID, MESUJI — Hama dan penyakit pada tanaman merupakan salah satu kendala dalam usaha pertanian. Serangan hama dan penyakit bisa datang secara mendadak dan bersifat eksplosif (meluas), sehingga dalam waktu yang relatif singkat terjadi peningkatan populasi hama dan penyakit.

Hal itu dapat mengakibatkan tanaman rusak dan bahkan menimbulkan gagal panen. Sementara, yang paling ringan akibat serangan hama dan penyakit adalah produktivitas tanaman yang menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu hama dan penyakit perlu dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas ambang ekonomi (AE).

Untuk antisipasi meluasnya serangan hama wereng di Kabupaten Mesuji yang merupakan wilayah supervisi Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, maka dilakukan pengendalian hama wereng secara serentak di Desa Bumiaji, Kecamatan Simpangpematang, belum lama ini.

Kegiatan tersebut diprakarsai Dinas Pertanian Mesuji dan Balai Penyuluhan Pertanian Simpangpematang bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan didukung petani dan kelompok tani padi di kecamatan tersebut.

Diketahui, hama wereng batang coklat (WBC) merupakan hama utama tanaman padi sehingga menjadi hama yang sangat ditakuti petani karena dapat mengakibatkan gagal panen.

Diharapkan, dengan pengendalian massal yang dilakukan oleh petani ini hama akan di ikuti oleh kecamatan lain sehingga potensi meluasnya serangan wereng bisa dikendalikan hingga tidak menyebabkan kerugian pada usaha tani padi.

Terpisah, Kepala Bapeltan Lampung Dadan Sunarsa mengatakan, pihaknya harus terus mendorong petani untuk tetap berproduksi meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Karena, kebutuhan pangan akan tetap berjalan terus.

Hal ini menurutnya senada dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa pertanian merupakan garda terdepan pertahanan terhadap COVID-19.

”Jadi, pertanian harus tetap jalan terus, petani harus berproduksi tetapi tetap harus memperhatikan protokoler pencegahan penyebaran virus COVID-19,” imbaunya.

Dia menjelaskan, kunci utama untuk menekan serangan hama padi adalah pengawalan dan pengamatan sejak dini yang dilakukan secara rutin. Pengamatan sendiri dimulai dari persemaian hingga tanaman menjelang panen. Dengan melakukan pengamatan sejak dini dapat diketahui intensitas serangan maupun populasi hama di suatu wilayah sehingga dapat memilih opsi untuk memilih cara pengendalian hama tersebut.(*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya