Penyuluh dan Petani Lampura Panen Jagung

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

LAMPUNG UTARA

18 April 2020 14:05 WIB
Advertorial | Rilis ID
Petani Jagung Lampura bersama petugas Dinas Pertanian kabupaten setempat dan penyuluh saat memanen jagung./FOTO ISTIMEWA
Rilis ID
Petani Jagung Lampura bersama petugas Dinas Pertanian kabupaten setempat dan penyuluh saat memanen jagung./FOTO ISTIMEWA

RILISID, LAMPUNG UTARA — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah menjamin stok jagung aman. Kendati seluruh masyarakat di dunia saat ini was-was dengan pandemi virus Covid-19 yang semakin meluas.

Terbukti, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) salah satu penyangga pangan Provinsi Lampung pada April ini melangsungkan panen jagung.

Melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan, saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Dinas Pertanian Lampura Dahlia mengatakan, luas panen jagung di Bulan Maret adalah 1.423 hektare. Sementara bulan April ini seluas 2.634 hektare.

”Harga jagung di daerah ini sangat menguntungkan petani. Sebesar Rp3.700 per kilogram untuk jagung pipilan kering. Kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus, sehingga harga jagung di tingkat petani membuat mereka tersenyum. Padahal saat ini sedang ada wabah Covid-19,” ujarnya dalam press release yang dikirimkan Bapeltan Lampung kepada Rilislampung.id.

Menurutnya, hal Ini karena kinerja pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian yang konsisten mendorong produksi dan menjamin harga.

Dia melanjutkan, Poktan Asri 4 yang berada di Desa Tatakarya, Abung Surakarta, Lampura yang memiliki luas 20 hektare tanaman jagung dengan potensi panen 7 ton/hektare dengan Ketua Poktan Budiono serta Penyuluh Kostartani Wardoyo selalu mengawal petani agar bisa mencapai hasil yang baik dan dapat dipasarkan.

Hal ini sejalan dengan yang diserukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang harus bertanggung jawab terhadap penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Sehingga hal ini merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian.

”Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama. Hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19, tetapi petani tetap semangat menanam, semangat olah, dan semangat panen. Ini membuktikan pertanian tidak berhenti,” tambah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi.

Terpisah, Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung serta Penanggung Jawab Kostratani di Lampura Dadan Sunarsa menyampaikan harapannya kepada petani dan penyuluh sebagai ujung tombak pertanian agar tetap semangat menggerakkan roda pembangunan sektor pertanian.(*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya