Pemprov Lampung Bahas Isu Strategis Pembangunan Kabupaten-Kota
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) isu strategis pembangunan kabupaten/kota di Ruang Rapat UPTB Bappeda setempat, Kamis (29/11/2018).
FGD ini dipimpin Sekretaris Bappeda Provinsi Lampung Elvira Umihanni. Ini sebagai tahapan awal untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2020-2024.
Menurut Elvira, perencanaan pembangunan wilayah ditujukan untuk mengupayakan keserasian dan keseimbangan pembangunan antar daerah sesuai dengan potensi alamnya.
“Implementasi berbagai program pembangunan masih bersifat top-down,” katanya.
Isu strategis ini juga membahas ketimpangan pembangunan antar-daerah, dan kemampuan perangkat pemerintah daerah dalam beradaptasi dengan perubahan global serta sistem nilai sosial.
“Tujuannya untuk mengurangi kesenjangan antar-wilayah. Pembangunan wilayah menekankan keunggulan kompetitif yang diimbangi peningkatan kemampuan SDM dan iptek,” tuturnya.
Elvira menambahkan bahwa perekonomian Lampung digerakkan oleh tiga lapangan usaha utama, yakni Pertanian 30,40 persen, industri pengolahan 18,91persen, perdagangan dan reparasi kendaraan 11,42 persen.
Juga memiliki sub kawasan pendukung, seperti kawasan pelabuhan terpadu di Panjang, kawasan pusat pemerintahan Kotabaru di Kabupaten Lampung Selatan, kawasan aeropolitan Natar, kawasan Teluk Lampung, kawasan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Teluk Ratai di Kabupaten Pesawaran, dan kawasan pendidikan. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
