Panen, Sorgum Rakitan Balitbangtan Ini Siap Dijadikan Bioetanol

Elvi R

Elvi R

Jakarta

11 April 2020 09:30 WIB
Bisnis | Rilis ID
Panen, Sorgum Rakitan Balitbangtan Ini Siap Dijadikan Bioetanol. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Panen, Sorgum Rakitan Balitbangtan Ini Siap Dijadikan Bioetanol. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Setelah panen biji pada pekan lalu, kini petani di Desa Kosar, Kecamatan Cipeundeuy, Subang Jawa Barat mulai memanen batang sorgum. Air nira dari batang sorgum ini akan dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan bioetanol.

Berdasarkan pantauan di lapangan, 3 kilogram batang sorgum dapat menghasilkan 1.000-1.200 militer nira atau sekitar 400 mililiter per kilogram batang sorgum.

Menurut Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Mastur PhD, nira yang telah dihasilkan harus melalui beberapa tahapan lagi untuk menjadi bioetanol.

Nira harus difermentasi dengan menambahkan mikroba khamir (yeast) terutama Saccharomyces cerevisiae. Selanjutnya dibiarkan beberapa hari hingga terbentuk ethanol dalam jumlah maksimal sesuai kondisi. Setelah itu barulah dilakukan penyulingan (destilasi) sehingga diperoleh larutan mengandung ethanol diatas 70 persen.
 
"Nanti setelah fermentasi selesai dilakukan di Subang, dilanjutkan dengan destilasi di salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Balitbangtan yang ada di Sukabumi," jelas Mastur pada Kamis (9/4/2020).

"Bioetanol 70 persen sebenarnya sudah efektif membunuh kuman termasuk virus, namun karena kurang ramah terhadap kulit kita, perlu diproses lebih lanjut dengan menambahkan bahan terutama herbal agar ramah kulit serta aroma yang sesuai. Bahan ini kita sebut hand sanitizer," tambahnya.

Pengembangan sorgum di Subang tak lepas dari kerja sama antara Balitbangtan dan PT Agro Indah Permata (AIP) 21. Perusahaan benih pertanian dan perkebunan tersebut memanfaatkan beberapa varietas unggul baru (VUB) rakitan Balitbangtan seperti Sorgum Bioguma, Super, dan Numbu untuk dikembangkan di wilayah Subang.

Koordinator Lapangan PT AIP 21 Wilayah Subang, Kokom Komariah menyebutkan, Subang memiliki potensi besar untuk pengembangan sorgum, sehingga kesempatan ini tidak boleh dilewatkan demi meningkatkan kesejahteraan petani.

"Di subang banyak lahan tidur, saya ingin petani di sini sejahtera karena sorgum adalah makanan sehat yang bisa diolah menjadi beras, tepung, gula dan bahan pangan lainnya," ungkap Kokom.

"Lahan potensial untuk pengembangan sorgum saat ini 10 hektar dan dalam dua minggu kedepan mungkin akan bertambah karena sudah ada yg ready lagi seluas 5 hektar," tambahnya.

Bagi masyarakat Subang, sorgum merupakan sesuatu yang baru, namun mereka memiliki semangat tinggi untuk menbudidayakan komoditas ini.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya