Pabrik Gula Bungamayang Persiapan Buka Giling
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Kalau infrastruktur jalan produksi, saya kira di Bungamayang ini sudah cukup baik. Tinggal perawatannya yang harus intensif agar produksi, terutama pas musim giling seperti ini bisa lancar. Jangan sampai ada keterlambatan pasokan bahan baku,” kata dia.
Kunjungan ke PG Bungamayang ini adalah yang pertama bagi Doni. Sebelumnya, pada Sabtu (6/6/20) lalu, ia meninjau dan melakukan seremoni sederhana buka giling di PG Cintamanis.
Kepada jajaran PG Bungamayang, Doni memperkenalkan diri bersama tim unsur pimpinan baru di PTPN VII. Ia menyebut, pemegang saham, yakni PTPN III Holding Company, memberi mandat kepada empat orang untuk menjalankan seluruh proses bisnis di PTPN VII sejak 26 Mei 2020.
“Ada perubahan nomenklatur dalam susunan direksi di PTPN Grup. Seperti di PTPN VII, ada satu direktur dan tiga senior executive vice presiden (SEVP). Saya Doni Gandamihardja diberi amanah menjadi direktur, sementara Pak Okta Kurniawan ini sebagai SEVP Business Supporting. Dua SEVP lagi yakni Pak Fauzi Omar sebagai SEVP I membidangi kelapa sawit dan teh dan Pak Dicky Tjahyono untuk karet dan tebu atau gula,” kata Doni memperkenalkan manajemen.
Menurut Doni, empat unsur pimpinan ini telah berkomitmen untuk menjalankan manajemen PTPN VII dengan sederhana tapi serius. Ia mengaku, amanah ini bukan nikmat yang harus dirayakan, tetapai justru sebagai tugas yang harus dipertanggung jawabkan.
“Ini amanah berat. Bukan untuk dinikmati dan hanya disyukuri, tetapi kami melihat sebagai tugas harus dipertanggung jawabkan kepada pemegang saham dan kepada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” kata dia.
Sementara itu, Direktur PT BCN Putu Sukarmen dalam paparannya tentang kondisi dan persiapan buka giling menyatakan optimistis PG Bungamayang siap. Ia mengatakan, pabrik dengan kapasitas terpasang 7.500 TCD (ton cane per day) itu telah dipersiapkan cukup matang.
“Evaluasi dari tahun lalu, di Bungamayang ini ada kendala pada suplai energi penggerak atau power house. Dan itu sudah bisa diatasi dengan pengadaan satu unit turbin generator baru. Jadi, sekarang sudah ada tiga unit dan siap beroperasi pada musim giling 2020 ini. Demikian juga dengan bolier, difuser, sudah siap,” kata dia.
Selain itu, persoalan pasokan air juga sudah diantisipasi dengan baik. Demikian juga dengan manajemen tebang, muat, angkut yang biasanya menggunakan tenaga kerja dari Jawa, tahun ini menggunakan tenaga lokal.
“Di internal, dalam persiapan buka giling 2020 ini kami terus perbaiki sistem dan kecakapan personel. Kami lakukan inhouse training mandor dan mandor besar, juga memberi pelatihan kepada tenaga tebang. Kami juga menggunakan tenaga tebang lokal sehingga memberi nilai tambah ekonomi masyarakat sekitar,” kata Putu Sukarmen yang didampingi GM PG Bungamayang Bambang Hartawan. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
