PTPN VII Sambut Direksi Baru
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Saya yakin, kalau kita kompak di semua level dan semua langkah, PTPN VII segera bangkit,” kata direktur yang memulai karir di Bank Mandiri ini.
Sementara itu, pada level SEVP, jabatan setingkat direktur bidang, PTPN VII memilih opsi dua SEVP Operasional. SEVP I yang dijabat Fauzi Omar akan mengurus komoditas kelapa sawit dan teh. Sedangkan Dicky Tjahyono diberi tugas untuk mengurus komoditas karet dan tebu (gula putih).
Fauzi Omar dalam breifing perdananya mengaku sangat optimistis komoditas kelapa sawit di PTPN VII akan naik jika semua resources digenjot. SEVP yang berkarir dari karyawan pelaksana lapangan pada kebun kakao di PTPN IV mengatakan, semua operasional di kebun akan dijalankan secara detail.
“Saya melihat potensi di N7 (PTPN VII) sangat baik. Kita akan genjot untuk menaikkan produksi dengan melakukan treatmen secara detail. Kita harus bekerja ekstra keras atau extraordinary. Kita harus tahu persis berapa jumlah pokok (pohon) yang ada. Jadi, hitungan produksi, pupuk, dan biaya perawatannya juga tepat,” kata dia.
Di sisi lain, Dicky Tjahyono yang membidangi karet dan tebu menyatakan akan fokus untuk memastikan semua sumber daya yang ada bekerja dengan maksimal. Di komoditas karet, mantan Manajer Unit Bekri ini mengakui harga jual produknya masih menjadi kendala fundamental. Meskipun demikian, ia akan terus mengawal perbaikan seluruh proses produksi dari on farm sampai produk dipasarkan secara rigid.
“Untuk operasional produksi, saya lebih cenderung untuk melakukan cost effectiveness dari pada cost cutting. Sebab, sekali kita tidak pupuk tanaman, efek buruk dominonya akan sangat besar dan lama. Dan selama beberapa tahun ini kita sibuk memperbaiki kondisi itu akibat cutting cost itu,” kata dia.
Tentang industri gula, Dicky yang pernah menjadi Direktur Operasional PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII menyatakan optimistis pada musim giling 2020 ini akan lebih baik dari sebelumnya. Hal itu karena proses pemeliharaan tanaman dan perbaikan pabrik sudah berjalan dengan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Di bidang business support atau komersil, Okta Kurniawan sebagai SEVP menyatakan siap mendukung semua kebijakan bisnis perusahaan. Di bawah kendali seorang direktur, proses manajemen perusahaan akan dijalankan dengan sistem basis kinerja. “Semua proses bisnis kita ke depan akan lebih dinamis karena berbasis kinerja. Kami akan sangat menghargai ide dan kreativitas dari seluruh karyawan untuk ikut menggerakkan perusahaan ini,” kata dia.
Rapat yang berlanjut hingga sore diwarnai dengan diskusi konstruktif pada semua bidang. Para kabag yang terlibat dalam diskusi itu tampak antusias untuk merumuskan format baru dan terbaik bagi kebangkitan PTPN VII. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
