PLN UID Lampung Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Hadapi Cuaca Ekstrem hingga Bencana Banjir
Fi fita
Bandar lampung
RILISID, Bandar lampung — Intensitas curah hujan dan cuaca ekstrem makin meningkat mulai terjadi saat pergantian tahun 2023-2024.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama keamanan kelistrikan saat menghadapi cuaca ekstrem hingga bencana banjir.
Senior Manager Distribusi PLN UID Lampung, Huslan Husain mengatakan bahwa hal yang menjadi prioritas utama adalah keselamatan masyarakat.
Huslan menjelaskan, masyarakat wajib memahami hal apa saja yang harus dilakukan dalam upaya keselamatan kelistrikan ketika terjadi cuaca ekstrem hingga banjir.
"Mengingat listrik sangat berbahaya di daerah lembab, sebab air merupakan penghantar listrik. Pertama, matikan segera sumber listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) atau termis pada kwh meter jika air mulai membanjiri rumah atau ada kebocoran air yang mendekati aliran listrik," ujarnya, Rabu (17/1/2024).
Kemudian Huslan menambahkan, cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan pindahkan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
Ketiga, apabila terjadi banjir, petugas PLN secara sigap memadamkan listrik di wilayah terdampak agar tidak terjadi potensi bahaya listrik lainnya.
"Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan segera kepada PLN melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat, jika masyarakat mengetahui terdapat potensi bahaya listrik dampak dari cuaca ekstrem dan banjir," imbuhnya.
Selanjutnya, masyarakat dapat menghubungi instansi terkait penanggulangan bencana akibat cuaca ekstrem seperti banjir, longsor ataupun pohon tumbang.
Dia melanjutkan, setelah banjir surut, pastikan semua peralatan elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering sebelum aliran listrik dinyalakan kembali.
Pln
pt pln persero
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
