Mentan: ASN Kementan untuk Pembangunan Pertanian Indonesia

Elvi R

Elvi R

Jakarta

4 Desember 2019 20:28 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengutarakan peran penting Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Kementerian Pertanian dalam membantu pembangunan pertanian Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke Kantor Pusat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Rabu (4/12/2019).

Sebagai aparat harus ada gunanya bagi negara, untuk itu pola berpikir dan cara pandang masing-masing individu harus diperbaiki.

“Tidak hanya bekerja dari jam tujuh sampai jam lima sore lalu pulang ke rumah tanpa menghasilkan apa-apa. Tapi juga ada kontribusi semangat, kemauan, tekad, kenyamanan bersama di tempat (kerja) ini. Kontribusi saling peduli satu sama lainnya,” ujar Mentan.

Poin kedua, tiap ASN agar dapat membangun target-target yang harus dicapai dan jangan apa adanya. Mulai dari bulanan, satu tahunan, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang di bidang masing-masing.

“Karena akselerasi kehidupan makin berkembang dan maju di sekitar kita. If you don’t change, you’ll die,” tukas Syahrul.

Kemudian, yang ketiga, semua pemimpin khususnya di lingkup Kementerian Pertanian harus bertanggungjawab dan mendukung apa yang sudah dikonsepkan. Sebuah kemimpinan atau leadership, menurut Syahrul, must be smart.

Keempat, belajar ke orang bahkan negara yang lebih maju. “Mungkin kita harus menyontek. Kerjakan apa yang orang lain belum lakukan dan lakukan lebih baik dari apa yang orang atau negara lain pernah kerjakan,” ujarnya.

Mentan Syahrul juga menyinggung agar Balitbangtan lebih mengembangkan potensi di seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke sehingga dapat mendukung peningkatan ekspor di bidang pertanian.

Mentan menugaskan Kepala Balitbangtan dan jajarannya untuk menyiapkan konsep top 10 komoditas unggulan (benih atau bibit) utama, top 30 untuk komoditas andalan, dan top 50 untuk komoditas pengembangan. Dari konsep ini kemudian dilanjutkan dengan pemetaan (mapping) daerah utama dari tiap komoditas.

Poin terakhir, Mentan berharap agar tiap individu dapat fokus dengan tugas dan end target masing-masing.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya