Melalui Mudik Bersama, RNI Ingin Tekan Pengguna Sepeda Motor

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

12 Juni 2018 00:20 WIB
Bisnis | Rilis ID
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), B Didiek Prasetyo, melepas peserta mudik gratis gelombang ketiga dari depan Kantor Pusat RNI, Jakarta, Senin (11/6/2018). FOTO: RNI
Rilis ID
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), B Didiek Prasetyo, melepas peserta mudik gratis gelombang ketiga dari depan Kantor Pusat RNI, Jakarta, Senin (11/6/2018). FOTO: RNI

RILISID, Jakarta — PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menggelar mudik bersama Lebaran 2018, dengan menggunakan bus dan kapal laut. Tujuannya, mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

"Penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jauh sangat tidak disarankan. Untuk itu, kami ingin membantu pemerintah menekan angka penggunaan sepeda motor dalam mudik Lebaran tahun ini," ujar Direktur Utama RNI, B Didiek Prasetyo, via siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Senin (11/6/2018). 

Kota tujuan mudik bersama RNI dengan bus, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Madiun, dan Surabaya. Kegiatan tersebut, bagian dari program Kementerian BUMN bersama 61 perusahaan pelat merah lainnya. Kementerian BUMN menargetkan 200 ribu peserta mudik gratis pada 2018.

Corporate Communication RNI, Fazar Bachtiar menambahkan, sebanyak 1.000 pemudik dilepas melalui tiga kelompok pemberangkatan. Kelompok pertama, 240 pemudik tujuan Solo, Madiun, dan Surabaya diberangkatkan 8 Juni 2018 menggunakan enam armada bus eksekutif dari Kantor Pusat RNI, Jakarta.

Pemberangkatan kedua, dilaksanakan sehari berikutnya dari Pelabuhan Pontianak dan Kumai. Sebanyak 600 pemudik dilepas berlayar menggunakan kapal Pelni menuju Semarang dan Surabaya. 

"Pemberangkatan terakhir, digelar 11 Juni 2018, di Kantor Pusat RNI melalui pelepasan 160 pemudik ke Yogyakarta, Solo, Madiun, dan Surabaya. Kami bagi ke dalam tiga tahap, agar dapat memfasilitasi waktu keberangkatan masyarakat yang relatif berbeda-beda," beber Fazar.

Guna memfasilitasi pemudik, RNI menyiapkan 10 armada bus dan dua kapal laut. Armada transportasi, merupakan buah dari sinergi BUMN dengan Perum Damri dan PT Pelni.

Untuk kapal laut, lanjut Fazar, pihaknya sempat kewalahan menerima permintaan masyarakat. Sebab, 600 tiket kapal laut yang disebar di Pontianak dan Kumai langsung habis, beberapa hari setelah pendaftaran dibuka.

"Antusiasme masyarakat di daerah untuk pulang kampung sangat tinggi. Beberapa, ada yang sudah lima sampai 10 tahun tidak mudik. Banyak pekerja informal di Pontianak dan Kumai yang tidak bisa mudik ke Pulau Jawa, karena keterbatasan dana. Program ini sangat membantu mereka," tutup Fazar.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya