Komisi IV DPR RI Apresiasi Program #Serasi di Banyuasin

Elvi R

Elvi R

Jakarta

6 Juli 2019 17:05 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Hari Pangan Sedunia di desa Jajangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola) telah berhasil membangunkan lahan pasang surut dari kondisi mati suri menjadi lahan yg berproduksi. Hal ini karena berbagai cara dilakukan oleh Kementerian Pertanian, di antaranya yakni, perbaikan infrastruktur jaringan tata air dan teknologi budidaya. Sehingga produktivitas padi mampu mencapai 8 ton per hektar. Begitupula dengan komoditas lainnya seperti sayuran, bebek, dan ikan. Sebagai tindaklajnut dari keberhasilan HPS Jejangkit tersebut, mulai 2019 Menteri Pertanian Andi Amran melaksanakan Program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Program ini akan memanfaatkan 500 ribu lahan rawa pasang surut di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Fokus kegiatan yang dilaksanakan pada Program #SERASI adalah perbaikan jaringan tata air, teknologi budi daya (padi, palawija, bebek, dan ikan), pemanfaaran alsintan, serta kelembagaan dan pemberdayaan petani. Dengan Program #SERASI diharapkan mampu menjadikan lahan rawa pasasurut sebagai lumbung pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam rangka mengawal pelaksanaan Program #SERASI, 17 anggota dan pimpinan Komisi IV DPR RI telah melaksanakan kunjungan kerja ke lokasi Program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) di Desa Telang Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyu Asin pada Selasa, 02 Juli 2019. Dalam kunker tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan hortikultura Ir. Antoni Alam, MSi yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan mengemukakan bahwa Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu Provinsi yang menjadi sentra produksi padi nasional dengan produksi total sekitar 5,3 juta ton dengan surplus sekirar 2,9 juta ton. Luas lahan sawah di Provinsi Sumsel 790.395 ha, di mana 71 persen merupakan sawah di lahan rawa. Pada 2019 ini mulai dilaksanakan Program #SERASI untuk 200 ribu hektare, dan 67 ribu hektare berada di Kabupaten Banyuasin. Antoni berharap bantuan yang akan diberikan Kementerian Pertanian dapat berkorelasi positif meningkat produksi padi dan kesejahteraan petani. Oleh karena peran penyuluh pertanian di lapang dalam mengawal pelaksanaan program ini perlu lebih intensif. 

Selanjutnya Direktur Jenderal Prasaran dan Sarana (PSP) Kementan, Dr. Sarwo Edhi, SP, MM mengharapkan Kunker Komisi 4 DPR RI dapat memberi masukan teehadap pelaksanaan Program #SERASI dan merekomendasikan  keberlanjutan Program ini ke depan. Potensi lahan rawa di Indonesia begitu luas yaitu sekitar 33 juta hektare, di mana 19 juta hektare dapat dijadikan lahan yang produktif. Program #SERASI akan dilaksanakan di 500 ribu hektare lahan rawa di Sumsel 200 ribu hektare, Kalsel 150 ribu hektare, dan 30 ribu hektare, sehingga masih tersisa 120 ribu hektare yang akan ditentukan kemudian. Progran #SERASI diharapkan dapat meningkat indeks pertanaman (IP) dari IP 1 ke 2 atau IP 2 ke 3 dan provitas hingga 8 ton per hektare. Bantuan yang diberikan kepada petani adalah perbaikan infrastruktur jaringan tata air, tanggul, jalan usahatani, pintu air, pompanisasi, alsintan, dan saprodi serta escavator. Teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan mulai dari pengelolaan air, varietas unggul padi rawa, dan teknologi budidaya telah terbukti mampu meningkatkan hasil padi di lahan rawa hingga 8 ton per hektare.

"Selain tanaman padi, pada program #SERASI ini akan dikembangkan komoditas lainnya seperti ikan, ternak bebek, tanaman hortikultura sayuran dan jeruk, sehingga terdapat diversifikasi pendapatan petani," ungkapnya.

Dr. Michael Watimena, SE, MM yang  mewakili Ketua Komisi 4 DPR RI mengemukakan, Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu prioritas lumbung beras nasional,  diharapkan dengan adanya Program #SERASI dapat meningkatkan produksi dan provitas tanaman. Kunker ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan Program #SERASI dan menggali permasalahan yang ditemui langsung di lapang. Watimena juga mengapresiasi Program #SERASI yang telah mulai dilaksanakan Kementan dalam rangka memanfaatkan lahan rawa yang tidak produktif. 

Dalam Kunker ini petani Tukijo dan Dwi Suprapto sangat senang dan berterima kasih telah diikutkan dalam progran #SERASI dan juga mengharapkan adanya tambahan bantuan alsintan traktor roda 4 dan combine harvester besar.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya