Komisaris Ajak Insan PTPN VII Kompak Bangun Kinerja
lampung@rilis.id
BANDARLAMPUNG
“Saya tadi mendengar syair Mars PTPN VII itu sangat terenyuh. Nah, alhamdulillah saya hari ini ketemu sama insan-insan utama itu di sini. Dan, kondisi di mana perusahaan sedang kurang sehat ini harus kita buktikan. Kita harus tanggalkan semua kepentingan pribadi dan kompak untuk membangun kembali kejayaan PTPN VII,” kata dia.
Secara seksama, pria kelahiran Pagaralam, Sumsel ini mendengarkan pemaparan dari manajemen dan mengajak diskusi secara egaliter. Setiap detail pencapaian maupun masalah yang terlihat pada presentasi dikancah untuk mendapatkan solusi.
Sementara itu, Direktur PTPN VII Doni Gandamihardja memberi catatan kepada Dewan Komisaris tentang Unit Kedaton. Meskibaru sebulan bertugas, Doni melaporkan bahwa banyak aset berupa tanah di Unit Kedaton yang digunakan oleh pemerintah. Dia menyebut Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang sudah berdiri megah itu adalah tanah PTPN VII Unit Kedaton.
“Unit Kedaton ini sangat strategis sehingga lahannya banyak diminta Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Antara lain Itera, Jalan Tol Trans Sumatera itu ground breakingnya di lahan PTPN VII. Juga untuk kawasan Industri Lampung (KAIL),” kata dia.
Doni juga mencermati presesntasi Willy Mulyawan tentang pemanfaatan pohon karet tua (non produktif) untuk bahan bakar kamar asap pabrik karet. Ia khawatir lahan bekas kebun yang pohonnya ditebang, jika tidak segera dimanfaatkan atau dikelola akan menjadi masalah di kemudian hari.
Menjawab itu, Willy yang didampingi Kabag Tanaman PTPN VII Wiyoso mengatakan, pihaknya memang belum mempunyai rencana replanting kebun karet. Oleh karena itu, kata dia, lahan kosong bekas tebangan karet dikerja samakan dengan pihak ketiga untuk ditanam jagung.
“Kami ada kerja sama pemanfaatan lahan sebelum ada replanting itu dengan pihak ketiga. Lahan ditanam jagung dalam program ketahanan pangan,” kata dia.
Usai diskusi di Afdeling I, rombongan menuju Kawasan Industri Lampung (KAIL) yang di wilayah tersebut terdapat areal PTPN VII seluas 173 hektare. Rencananya, lahan tersebut akan dilepas kepada pihak ketiga untuk kepentingan pengembangan kawsan industri.
Di akhir kunjungan hari kedua itu, mereka meninjau secara detail proses produksi karet RSS di Unit Kedaton. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
